Sejarah Android, dari Ditolak Samsung hingga Dibeli Google

Kompas.com - 28/04/2021, 20:03 WIB
Logo Android Andy terinspirasi dari logo toilet. Business InsiderLogo Android Andy terinspirasi dari logo toilet.

"Alasan penamaan ini agaknya hanya tim internal yang mengerti. Dan kami lebih suka menjadi sedikit misterius dalam hal ini," ungkap seorang juru bicara Google ketika ditanya alasan penggunaan nama makanan manis untuk menyebut Android, sebagaimana dihimpun dari Indian Express.

Beberapa pengguna berspekulasi bahwa Andy Rubin menyukai makanan manis, makanya Android diberikan nama kode makanan manis pula. Namun hal ini tak pernah terkonfirmasi.

Penamaan dengan nama-nama manis sudah menjadi tradisi bagi Google. Namun, akhirnya Google menyudahi tradisi itu ketika meluncurkan Android 10 yang bila mengikuti tradisi seharusnya menggunakan nama kode makanan manis dengan awalan "Q".

Dengan demikian, Google terakhir menyematkan nama makanan manis ialah saat merilis Android 9.0 "Pie" pada 2018.

"Andy" si Maskot Android

Tahukah kalian? Logo Android yang identik berwarna hijau itu ternyata bernama "Andy". Orang di balik logo ini adalah Irina Blok. Sekitar tahun 2007, Google menugaskan Blok untuk mendesain maskot Android.

Ketika itu, Blok menceritakan bahwa satu-satunya arahan yang diberikan Google adalah logo Android itu harus terlihat seperti robot.

Alhasil, Blok mempelajari sejumlah mainan dan film luar angkasa bernuansa sci-fi, serta apa pun yang dapat membantunya menciptakan karakter tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak dinyana-nyana, ternyata Blok justru mendapatkan inspirasi dari piktogram universal untuk mewakili gambar pria dan wanita di papan toilet.

Baca juga: Google Umumkan Nama untuk Android Q dan Logo Baru Android

Akhirnya ia membuat maskot Android "Andy" dengan rupa setengah bug dan setengah robot seperti yang dikenal hingga saat ini.

Maskot Android pun dibiarkan bersumber terbuka sehingga bisa digunakan oleh orang banyak secara gratis di bawah lisensi atribusi Creative Commons 3.0.

"Kami memutuskan itu akan menjadi logo kolaboratif yang dapat disesuaikan oleh semua orang di dunia," kata Blok, sebagaimana dihimpun dari New York Times.

Transformasi Android dari masa ke masa

Tampilan hompepage Android 1.0 dan browser web yang belum sempurna (belum disebut Chrome).Computerworld Tampilan hompepage Android 1.0 dan browser web yang belum sempurna (belum disebut Chrome).
Android 1.0 dan 1.1

Android 1.0 dirilis ke publik pada 2007. Namun baru secara resmi digunakan sebagai sistem operasi pertama kali pada ponsel T-Mobile G1 (HTC Dream) yang diluncurkan pada 2008.

Dalam versi awal ini, Google sudah mengintergasikan beberapa produk dan layanan perusahaannya. Mulai dari Google Maps, Google Contacts, Google Calendar, YouTube, hingga browser HTML (pra-Chrome).

Pada Februari 2009, Google meluncurkan pembaruan yang relatif kecil. Misalnya, pada versi ini, pengguna bisa melihat detail dan ulasan saat menelusuri bisnis di Google Maps hingga pembaruan soal kemampuan untuk menampilkan atau menyembunyikan dialpad.

Android 1.5 Cupcake

Versi ketiga ini dari OS Android ini dirilis pada September 2009. Dan untuk pertama kalinya, Google menamai sistem operasi garapannya dengan nama makanan manis.

Android Cupcake memperkenalkan banyak peningkatan UI, termasuk opsi putar ponsel otomatis baru, animasi boot baru, dan transisi layar animasi.

Peningkatan lainnya adalah di versi Cupcake, pengguna sudah bisa mengunggah video ke YouTube, bisa melakukan copy-paste di browser, dan prediksi serta kamus khusus pada keyboard.

Baca juga: Programer Indonesia Lebih Pilih Bikin Game untuk Android, Ini Alasannya

Tampilan Android 1.5 Cupcake (kiri) dan Android 1.6 Donut (kanan). Computerworld Tampilan Android 1.5 Cupcake (kiri) dan Android 1.6 Donut (kanan).
Android 1.6 Donut

Donut dirilis pada Septermber 2009. Versi ini menawarkan dukungan untuk operator yang menggunakan jaringan berbasis CDMA.

Fitur lainnya ada boks Quick Search, tombol toggle untuk beralih dari kamera ke perkeam video, hingga widget power control untuk kelola Wi-Fi, bluetooth, GPS, dan lainnya.

Android 2.0 Eclair

Hanya selang beberapa hari setelah merilis Donut, Google kembali memberikan pembaruan pada Android dengan merilis versi Eclair pada Oktober 2009.

Pembaruan yang dibawa yaitu wallpaper animasi dan dukungan speech-to-text, hingga dukungan sinkronisasi e-mail dan kontak dari banyak akun.

Layanan Google Maps juga mendapat pembaruan yang cukup banyak, mulai dari tampilan 3D, panduan suara, dan informasi lalu lintas.

Eclair juga mendukung fitur kamera baru, termasuk flash, zoom digital, mode landscape, white balance, efek warna, dan fokus makro.

Tampilan Google Maps dan speech-to-text pada Android Eclair.Computerworld Tampilan Google Maps dan speech-to-text pada Android Eclair.
Android 2.2 Froyo

Froyo dirilis pada Mei 2010. Melalui Froyo, Android sudah mendukung voice actions (perintah suara) untuk melakukan pencarian, mendapatkan petunjuk arah, dan menambahkan catatan.
Untuk pertama kalinya juga, Android mendukung fitur push notification dan hotspot Wi-Fi.

Baca juga: Game Nokia N-Gage Kini Bisa Dimainkan di Android

Android 2.3 Gingerbread

Akhir tahun 2010, Google kembali merilis Android Gingerbread dengan beberapa pembaruan antarmuka dan fitur.

Misalnya, melalui versi ini Android mulai mendukung NFC, dukungan voice/video chat pada layanan Google Talk, dukungan kamera depan, hingga peningkatan efisiensi baterai.

Android 3.0 Honeycomb

Pada Februari 2011, Google merilis Android Honeycomb yang didesain khusus untuk perangkat tablet. Karena didesain untuk perangkat dengan layar lebih besar dari ponsel, versi ini membawa banyak perubahan pada antarmukanya.

Misalnya adanya tombol akses cepat (quick access) dan pengaturan cepat (quick setting). Google search juga mendapatkan pembaruan, seperti dukungan untuk beberapa tab browser, auto-fill, dan jendela mode penyamaran (incognito) baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.