Cara Menonaktifkan Call Forwarding yang Bisa Curi Kode OTP

Kompas.com - 30/04/2021, 09:27 WIB
Ilustrasi OTP, One Time Password, Kode OTP ShutterstockIlustrasi OTP, One Time Password, Kode OTP

KOMPAS.com - Kode one time password (OTP) menjadi kunci penting untuk masuk ke akun media sosial atau platform online apapun. Kode rahasia ini biasanya dikirim via SMS atau telepon ke nomor pengguna.

Namun, kode ini bisa dicuri pihak yang tak berhak dan dimanfaatkan untuk tindak kejahatan.
Pencurian kode OTP yang umum terjadi dilakukan lewat fitur call forward. Fitur ini memungkinkan orang lain mengalihkan panggilan dari nomor utama ke nomor lain.

Selain panggilan, ada juga fitur SMS forward yang bisa meneruskan semua SMS ke nomor lain. Operator seluler memang menyediakan fitur ini agar penggunanya tetap bisa dihubungi jika nomor utamanya tidak aktif, sedang sibuk, atau sedang berada di luar jangkauan.

Baca juga: Waspada, Modus Penipuan Call Forward *21* untuk Curi Kode OTP

Hanya saja, peretas dengan cerdik memanfaatkan fitur call forward untuk mencuri kode OTP dan mengambil alih akun media sosial seperti WhatsApp atau platform lain seperti aplikasi ojek online atau e-wallet.\

Cara menonaktifkan fitur call forward dengan kode USSD

Biasanya, pelaku menggunakan modus social engineering, yakni memanipulasi psikologis calon korban dengan membujuk atau menakut-nakuti korban agar mau mengikuti perintahnya.

Penipu akan meminta calon korban untuk menekan tombol *21*, *61*, *67*, atau *62* diikuti nomor ponsel si penipu. Jika dituruti, maka fitur call forward akan aktif dan penipu bisa mendapatkan akses terhadap panggilan telepon pengguna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sinilah kemungkinan kode OTP dicuri oleh penipu. Apabila nomor Anda pernah mengalami penipuan berkedok call forward, Anda bisa segera menonaktifkannya.

Untuk nomor Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL, dan Hutchison 3 (Tri), cara membatalkan semua pengalihan panggilan di fitur call forward sama, yakni melalui kode USSD ##21#(nomor tujuan pengalihan)# lalu pilih Ya/OK. Sebagai contoh: ##21#08161234567#.

Baca juga: 5 Tips Hindari Penipuan Modus Pencurian OTP

Pengguna Smartfren bisa menggunakan kode dial *710(nomor tujuan)# untuk menon-aktifkan pengalihan panggilan sibuk dan panggilan tidak terjawab, atau kode dial *700(nomor tujuan)# untuk menon-aktifkan semua pengalihan panggilan tanpa prakondisi apapun (unconditional).

Cara menonaktifkan fitur call forward di Android

Mematikan fitur call forward juga bisa dilakukan melalui ponsel Android, Caranya, buka menu panggilan > kemudian ketuk ikon titik tiga yang ada di pojok kanan atas > pilih setting (pengaturan) > suplementary setting (pengaturan tambahan) > call forwarding.

Kemudian pilih pengalihan mana yang ingin dinonaktifkan, lalu pilih turn off (matikan). Misalnya jika ingin mematikan seluruh pengalihan panggilan, pilih opsi always forward (selalu alihkan), kemudian pilih turn off (matikan).

Cara menon-aktifkan fitur call forward atau pengalihan panggilan melalui ponsel Android.Ist Cara menon-aktifkan fitur call forward atau pengalihan panggilan melalui ponsel Android.

Sedikit catatan, tampilan antarmuka yang digunakan KompasTekno di atas adalah OneUI 2.5 berbasis Android 10. Biasanya, masing-masing ponsel Android memiliki antarmuka berbeda, namun kurang lebih caranya hampir sama.

Untuk mencegah modus penipuan dan pencurian kode OTP melalui call forward atau SMS forward, ada baiknya untuk tidak mudah percaya dengan pesan atau telepon yang mengatasnamakan pihak tertentu.

Baca juga: Alasan Orang Indonesia Sering Jadi Korban Penipuan lewat Modus OTP

Apalagi jika pengguna diminta menyebutkan kode OTP yang notabene bersifat rahasia. Tidak ada salahnya mengadukan ke penyedia layanan yang dicatut namanya jika mengalami penipuan berkedok call forward.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X