Klub-klub Liga Inggris Boikot Media Sosial, Ada Apa?

Kompas.com - 02/05/2021, 10:32 WIB
Raheem Sterling (kanan) merayakan gol bersama rekan satu timnya pada laga pembuka pekan ke-27 Liga Inggris yang mempertemukan Man City vs Wolves di Stadion Etihad, Rabu (3/3/2021) dini hari WIB. AFP/ CLIVE BRUNSKILLRaheem Sterling (kanan) merayakan gol bersama rekan satu timnya pada laga pembuka pekan ke-27 Liga Inggris yang mempertemukan Man City vs Wolves di Stadion Etihad, Rabu (3/3/2021) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Akhir pekan banyak pertandingan olahraga kelas dunia yang berlangsung, seperti sepak bola dari berbagai liga di dunia.

Namun jangan heran jika Anda tidak mendapatkan update dari akun-akun resmi olahraga di akhir pekan ini. Sebab, sejumlah organisasi, badan olahraga, dan klub sepak bola melancarkan aksi tidak memposting update di akun media sosial mereka.

Boikot ini mereka lakukan sebagai bentuk protes atas kasus rasisme yang dialami oleh para atlet dan olahragawan. Mereka meminta Facebook, Twitter, Instagram, dan media sosial lain untuk serius memberantas perilaku rasisme di internet.

Sejumlah asosiasi sepakbola mulai dari Union of European Football Associations (UEFA), English Premiere League, hingga Women's Super League akan ikut bersatu menonaktifkan akun media sosial mereka.

Klub-klub elit Liga Inggris, seperti Manchester United, Liverpool, Chelsea, dsb, juga ikut serta dalam boikot ini. Jangan heran jika akhir pekan ini Anda tidak mendapatkan update berita seputar pertandingan.

Aksi boikot ini sendiri rencananya akan digelar selama empat hari, mulai 30 April hingga 3 Mei mendatang.

Badan olahraga lain ikut serta

Mulanya, aksi boikot ini dicetuskan oleh sejumlah klub Liga Inggris, sebagai bentuk protes atas kasus rasisme yang dialami oleh para pemain sepak bola.

Namun setelah ramai diperbincangkan di media sosial, aksi boikot ini rupanya turut mendapat dukungan dari organisasi olahraga lain. Beberapa di antaranya termasuk Rugby Players' Association, British Cycling, Professional Cricketers' Association, dan British Horseracing.

Selain itu, dukungan juga datang dari akun media sosial Formula 1, serta pembalap F1 seperti Lando Norris dan Lewis Hamilton.

Salah satu tujuan diadakannya boikot ini antara lain agar para atlet, khususnya pemain sepak bola, dapat terhindar dari aksi rasisme yang marak beredar di media sosial. Setidaknya begitu menurut Professional Footballers’ Association (PFA)

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.