Sejarah Amazon, Toko Buku Online yang Berubah Jadi Raksasa Marketplace

Kompas.com - 05/05/2021, 20:21 WIB
Ilustrasi logo Amazon. Inquirer.comIlustrasi logo Amazon.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - "Bekerja keras, bersenang-senang, dan mencetak sejarah," itulah kira-kira salah satu kutipan terkenal dari sosok yang mendirikan raksasa e-commerce Amazon, Jeff Bezos.

Amazon yang kita kenal sekarang merupakan buah dari jerih payah dan keringat Bezos dalam membangun dan menerapkan budaya kerja di perusahaan tersebut selama kurang lebih 26 tahun.

Bezos merintis Amazon untuk pertama kalinya pada 5 Juli 1994 di garasi rumahnya yang terletak di Bellevue, Washington DC, Amerika Serikat (AS). Modalnya dari uang pribadi Bezos sendiri sebesar 10.000 dolar AS.

Tujuan awal Bezos merintis perusahaan ini sendiri adalah untuk menghadirkan sebuah toko buku kecil-kecilan, di mana buku-bukunya bisa dibeli konsumen luas di seluruh dunia secara online.

Baca juga: Profil Jeff Bezos, Mantan Pelayan McDonalds yang Sukses Mendirikan Amazon

Buku pertama yang berhasil dijual melalui Amazon adalah buku sains yang berjudul Fluid Concepts and Creative Analogis karya Doug Hofstadte. Buku ini terjual pada 3 April 1995 dan versi aslinya masih dijual di situs Amazon.

Pada bulan pertamanya, Amazon dikabarkan telah menerima pesanan buku dari 50 negara bagian AS dan 45 negara berbeda di seluruh dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, Amazon berubah menjadi raksasa e-commerce yang tidak hanya menawarkan buku, melainkan juga berbagai produk kebutuhan sehari-hari, konten hiburan digital, Amazon Prime, layanan cloud Amazon Web Services (AWS), dan lain sebagainya.

Dari modal 10.000 dollar AS, Bezos sukses mengembangkan Amazon menjadi perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar 1.670 triliun dollar AS pada 2021.

Nama pertama bukan Amazon

Jeff Bezos saat pertama kali merintis Amazon.com tahun 1994The Tech Zone Jeff Bezos saat pertama kali merintis Amazon.com tahun 1994

Ketika pertama kali dirintis, kata "Amazon" sendiri sebenarnya tidak terpikirkan oleh Bezos.

Nama yang terbesit di benak pria kelahiran 12 Januari 1964 itu adalah "Cadabra", suatu kata yang juga muncul di kata "Abracadabra" yang biasanya disebutkan ketika seseorang memulai sebuah trik sulap.

Namun, Bezos kemudian menyadari bawah "Cadabra" memiliki kemiripan bunyi dengan "cadaver" (jenazah) yang notabene memiliki konotasi negatif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.