YouTube Siapkan Anggaran Rp 1,4 Triliun demi Saingi TikTok

Kompas.com - 12/05/2021, 17:14 WIB
Ilustrasi YouTube cnet.comIlustrasi YouTube

KOMPAS.com - Tahun lalu, YouTube memperkenalkan YouTube Shorts. Produk tersebut merupakan fitur video pendek yang mirip dengan TikTok.

Seakan ingin mempertahankan dominasinya sebagai platform berbagi video terbesar dunia, YouTube mulai menyusun strategi untuk menyaingi popularitas TikTok.

Salah satu caranya adalah dengan menjanjikan insentif kepada YouTuber yang mengunggah video di YouTube Shorts.

YouTube menyiapkan 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun (kurs Rp 14.100) selama 18 bulan mendatang bagi para influencer yang mau mengunggah videonya ke YouTube Shorts.

Uang tersebut akan masuk ke program YouTube Shorts Fund dan akan didistribusikan ke  video-video yang paling banyak ditonton dan mendapat engagement tinggi setiap bulannya.

"YouTube Shorts Fund adalah langkah pertama perjalanan kami untuk membangun model monetisasi untuk YouTube Shorts," jelas Amy Singer, Director of Global Partnership Enablement YouTube Shorts.

Baca juga: YouTube Rilis Shorts, Fitur Video Pendek Pesaing TikTok

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah prioritas utama kami dan akan membutuhkan waktu untuk memperbaikinya," imbuh Singer.

Singer menambahkan bahwa feedback dari para kreator dan penonton akan sangat dibutuhkan untuk mengembangkan program dalam jangka panjang, khususnya yang dirancang khusus untuk YouTube Shorts.

Program serupa

TikTok juga memiliki program yang serupa. Perusahaan asal China itu menggelontorkan dana 2 miliar dollar AS (sekitar Rp 28,4 triliun) untuk program Creator Fund.

Dalam program tersebut, TikTok akan memberikan imbalan kepada para kreator di seluruh dunia selama tiga tahun ke depan. Media sosial lain juga memiliki program yang sama.

Snapchat misalnya, mengalokasikan dana sebesar 1 juta dollar AS (sekitar Rp 14,2 miliar) bagi pengguna yang mengunggah video ke feed Spotlight. Bos Facebook, Mark Zuckerberg, juga sesumbar akan membuat pendanaan serupa ke depannya.

Baca juga: Menjajal TikTok Lite, Aplikasi yang Diklaim Bisa Hasilkan Uang

Dirangkum KompasTekno dari Forbes, Rabu (12/5/2021), video di YouTube Shorts saat ini telah ditonton total 6,5 juta kali.

Anggaran Rp 1,4 triliun untuk program YouTube Shorts hanya memakan sebagian kecil dari penghasilan tahunan YouTube. Platform tersebut menghasilkan pendapatan lebih dari 20 miliar dollar AS (sekitar 284 triliun) setiap tahun.

Mungkin saja, anggaran tersebut baru awalan dan akan lebih besar ke depannya.

Mengingat dominasi YouTube di jejaring video, bukan tidak mungkin program ini akan memantik perusahaan media sosial lain untuk saling bersaing memenangi dan mempertahankan para influencer di platformnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.