Kompas.com - 17/05/2021, 17:07 WIB
(ki-ka) Andre Soelistyo menjabat sebagai CEO Grup GoTo, Patrick Cao sebagai Presiden GoTo, Kevin Aluwi tetap menjabat CEO Gojek begitu pula dengan William Tanuwijaya yang tetap menjabat sebagai CEO Tokopedia. Susunan petinggi Grup Goto, entitas baru hasil merger Gojek dan Tokopedia.(ki-ka) Andre Soelistyo menjabat sebagai CEO Grup GoTo, Patrick Cao sebagai Presiden GoTo, Kevin Aluwi tetap menjabat CEO Gojek begitu pula dengan William Tanuwijaya yang tetap menjabat sebagai CEO Tokopedia.

Sementara layanan keuangan meliputi GoPay, GoPay pay later, GoSure, GoStore, GoInvestasi, Moka, Selly, Midtrans, dan GoBiz Plus.

Susunan eksekutif

Grup GoTo akan dipimpin para eksekutif dari Gojek dan Tokopedia. Andre Soelistyo dari Gojek akan memimpin GoTo sebagai CEO Group, lalu Patrick Cao dari Tokopedia sebagai Presiden GoTo.

Sementara itu, Kevin Aluwi akan tetap menjabat sebagai CEO Gojek dan William Tanuwijaya akan tetap menjadi CEO Tokopedia.

Baca juga: Susunan Petinggi Grup GoTo, Perusahaan Baru Merger Gojek dan Tokopedia

Nantinya, Andre tidak hanya akan bertanggung jawab di tingkat grup, melainkan juga harus memimpin bisnis pembayaran dan layanan keuangan yang diberi nama GoTo Financial. GoTo Financial mencakup layanan GoPay dan layanan keuangan dan solusi bisnis mitra usaha.

Investor

Grup GoTo disokong oleh beberapa investor besar yang sebelumnya telah menjadi investor utama Gojek dan Tokopedia. Dalam keterangan resminya, proses merger ini telah mendapat restu dari para penyokong dana.

Mereka adalah Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Valuasi dan rencana IPO

Dalam keterangan resmi, tidak disebutkan nilai valuasi Grup GoTo. Jika dilihat dari sejarah pengumpulan dana Gojek hingga 2019 dan Tokopedia hingga 2020, maka GoTo memiliki valuasi setidaknya sebesar 18 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 257 triliun.

Menurut laporan dari CB Insight, Grup GoTo diperkirakan akan memiliki valuasi hingga 40 miliar dollar AS atau sekitar Rp 571 triliun (kurs dollar AS Rp 14.000) apabila berhasil debut sebagai perusahaan publik.

Isu mengenai rencana IPO Gojek dan Tokopedia memang sudah beberapa lama santer terdengar, beriringan dengan rumor soal merger. Kabarnya IPO akan dilakukan di bursa Indonesia dan Amerika Serikat.

Gojek dan Tokopedia juga tidak merinci berapa kepemilikan saham mereka di Grup GoTo. Namun menurut CB Insight, Gojek disebut menguasai 58 persen saham GoTo, sementara Tokopedia memiliki 42 persen sisanya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.