Disebut Jual Data Pengguna ke Pengiklan, Facebook: Itu Hanya Mitos

Kompas.com - 20/05/2021, 12:30 WIB
ilustrasi Facebook CNETilustrasi Facebook

KOMPAS.com - Sudah menjadi rahasia umum bahwa iklan menjadi bisnis utama Facebook selama bertahun-tahun. Tak ayal, Facebook kerap disebut sengaja menjual data penggunanya kepada para pengiklan untuk mendulang keuntungan.

Menanggapi hal ini, Facebook dengan tegas membantah hal tersebut. Direktur Kebijakan Privasi Facebook Steve Satterfield, menegaskan bahwa bisnis Facebook adalah menjual iklan yang dipersonalisasi, bukan data pengguna.

"Kabar soal kami menghasilkan uang dengan cara menjual data pengguna kepada pengiklan atau pihak lain, adalah sebuah mitos. Tidak, kami hanya menjual iklan yang dipersonalisasi," kata Satterfield, dalam acara daring bertajuk "Facebook Under The Hood", Kamis (20/5/2021).

Ia melanjutkan, Facebook juga tidak membagikan informasi yang dapat mengidentifikasi penggunanya secara langsung kepada para pengiklan. Misalnya informasi soal nama, alamat e-mail, atau informasi kontak lainnya.

"Kecuali memang pengguna memberikan izin khusus," kata Satterfield.

Baca juga: Facebook Jadi Berbayar di iPhone jika Pengguna Tak Lakukan Hal Ini

Kendati demikian, Satterfield tak memungkiri bahwa Facebook perlu mengumpulkan, membagikan, dan menyimpan sejumlah data untuk menyediakan iklan yang dipersonalisasi di platformnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iklan yang dipersonalisasi ini menjadi bagian penting untuk menyediakan produk dan layanan Facebook yang gratis," jelas Satterfield.

Data yang dikumpulkan Facebook

Seperti diketahui, berdasarkan informasi di label privasi di halaman aplikasi App Store, Facebook memang mengumpulkan sejumlah data pengguna untuk keperluan pelacakan.

Adapun jenis data yang dikumpulkan untuk pelacakan seperti informasi kontak (alamat e-mail, nama, nomor telepon), pengenal (ID pengguna dan perangkat), dan jenis data lainnya.

Di samping itu, Facebook juga mengumpulkan data yang ditautkan ke informasi pengguna (linked to you). Data ini digunakan untuk kebutuhan iklan pihak ketiga, analitik, personalisasi produk, dan tujuan lainnya.

Baca juga: Facebook Mulai Minta Izin untuk Lacak Aktivitas Pengguna iPhone

Misalnya, untuk kebutuhan iklan pihak ketiga, Facebook mengumpulkan data pengguna seperti informasi keuangan, lokasi, info kontak, alamat e-mail, riwayat pencarian dan penjelajahan, ID perangkat dan pengguna, dan sebagainya.

Untuk kebutuhan analitik, juga mengumpulkan sejumlah jenis data terkait seperti info keuangan, informasi pembayaran, lokasi (tepat dan kasar), alamat, alamat e-mail, dll. 

Alat untuk mengontrol iklan

Fitur Why Am I Seeing this Ad untuk mengontrol iklan di Facebook.Facebook Fitur Why Am I Seeing this Ad untuk mengontrol iklan di Facebook.
Kendati mengumpulkan sejumlah data pengguna untuk keperluan iklan, Satterfield mengungkapkan bahwa privasi pengguna adalah prioritas utama di Facebook.

"Privasi adalah inti dari visi Facebook saat ini dan di masa mendatang. Makanya kami selalu mengembangkan produk berdasarkan visi ini," lanjut Satterfield.

Baca juga: Data Pengguna Facebook Bocor, Nomor Telepon Zuckerberg Ikut Tersebar

Satterfield mengatakan, Facebook juga sudah menyediakan beberapa fitur yang dapat membantu pengguna untuk mengontrol iklan dan pengalaman privasinya saat menggunakan Facebook.

Misalnya ada fitur "Why Am I Seeing This Ad" (mengapa saya melihat iklan ini?).

Melalui fitur ini, pengguna bisa melihat alasan dirinya bisa melihat iklan tersebut.

Misalnya apakah karena informasi pengguna tersebut cocok dengan target audiens salah satu pengiklan.

"Di Facebook, pengiklan bisa menargetkan audiens tertentu yang dipandang cocok untuk melihat iklan ini, entah karena faktor wilayah, penggunaan bahasa, umur, dan sebagainya," jelas Satterfield.

Melalui fitur "Why Am I Seeing This Ad", pengguna juga dimungkinkan untuk menyembunyikan iklan bahkan mengubah preferensi pengguna soal iklan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X