Kompas.com - 21/05/2021, 14:06 WIB

KOMPAS.com - Aplikasi perpesanan Telegram mulai banyak digunakan beberapa bulan terakhir. Terutama setelah WhatsApp mengumumkan kebijakan privasi barunya sejak awal tahun 2021 lalu.

Seperti WhatsApp dan aplikasi perpesanan atau media sosial lain, Telegram juga memiliki sejumlah fitur untuk meningkatkan keamanan akun pengguna, agar tidak bisa di-hack atau diretas.

Fitur-fitur tersebut bisa diaktifkan untuk membantu pengguna mencegah agar hacker tidak bisa meretas akun Telegram.

Dirangkum KompasTekno dari Telegram Adviser, ada beberapa cara untuk mencegah akun Telegram dari peretasan.

1. Aktifkan verifikasi dua langkah

Sebagaimana WhatsApp, untuk masuk ke akun Telegram, pengguna harus memasukkan nomor ponsel utnuk menerima kode konfirmasi. Namun, jika ada seseorang yang berhasil mendapatkan kode tersebut, akun Telegram akan mudah diakses.

Baca juga: Cara Mengamankan Akun WhatsApp Agar Tidak Mudah Diretas

Itu sebabnya diperlukan verifikasi dua langkah dengan melakukan langkah-langkah berikut:

1. Klik tombol menu di ujung kiri atas.

2. Buka "setting" > "'privacy and security".

3. Pilih "two-step verification".

4. Buat password yang sangat kuat, rumit, dan sulit diterka.

5. Masukan alamat e-mail, sebaiknya gunakan e-mail yang juga telah dilindungi fitur verifikasi dua langkah.

6. Buka e-mail, lalu cek kotak masuk (Inbox) dari Telegram berisi "confirmation link", lalu masukkan kode verifikasi berisi enam digit angka.

Cara mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah.Telegram Cara mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah.

2. Cek "Active Session"

Opsi ini bisa membantu untuk mengecek siapa yang mengakses akun Telegram, selain pemilik akun. Untuk mengaktifkannya, bisa mengikuti langkah berikut:

1. Buka menu "setting" > privacy and security".

2. Pilih opsi "active sessions".

3. Di laman tersebut, pengguna bisa melihat versi aplikasi Telegram, model perangkat, versi OS yang digunakan, IP address, dan juga lokasi di mana saja akun tersebut sedang diakses.

4. Jika ada perangkat yang mencurigakan, segera putus akses dengan perangkat tersebut, dengan mengklik daftar perangkat lalu pilih hapus.

Cara mengaktifkan menu Active Session di Telegram.Telegram Cara mengaktifkan menu Active Session di Telegram.

3. Mengaktifkan Passcode Lock

Opsi ini bisa digunakan untuk melapisi keamanan aplikasi Telegram. Apabila pengguna mengaktifkan Passcode Lock, pengguna akan diminta memasukkan kode berisi empat digit angka untuk membuka aplikasi. 

Kode tersebut harus diingat, sebab jika pemilik akun lupa passcode yang telah dipasang, satu-satunya cara adalah menghapus dan meng-install ulang aplikasi Telegram. Jika dihapus, semua chat rahasia juga akan ikut hilang.

Untuk mengaktifkan Passcode Lock, gunakan cara berikut:

1. Buka menu "setting" > "privacy and security".

2. Pilih "passcode lock".

3. Masukkan empat digit angka untuk mengatur passcode, dan ulangi lagi untuk konfirmasi.

4. Jika telah diaktifkan, pengguna harus memasukkan passcode agar bisa membuka Telegram.

Cara mengaktifkan fitur Passcode di TelegramTelegram Cara mengaktifkan fitur Passcode di Telegram

4. Abaikan pesan palsu

Tidak menutup kemungkinan, hacker melakukan phishing, yakni penipuan dengan cara mengirimkan pesan berisi tautan palsu.

Biasanya, pesan berbunyi bahwa akun telah diblokir dan pengguna diminta mengklik tautan palsu tersebut untuk bisa mengaksesnya lagi, dan tentu saja hal tersebut hanya jebakan.

Baca juga: Begini Cara Mengembalikan Akun WhatsApp yang Diretas

Tidak jarang, tautan mengarah ke sebuah situs "bodong" yang dibuat semirip mungkin dengan situs Telegram, untuk meyakinkan pengguna. Perlu diingat bahwa Telegram tidak pernah meminta konfirmasi identitas pengguna.

5. Gunakan password yang kuat

Sebisa mungkin gunakan password yang rumit dengan kombinasi angka, simbol, dan huruf agar tidak mudah diterka peretas. Bisa juga menggunakan situs pembuat password untuk memilih password yang kuat.

6. Hati-hati pishing

Seperti yang telah dijelaskan sebelumya, hacker bisa saja menjebak dengan cara phishing dengan mengaku sebagai pihak Telegram.

Untuk memastikan apakah pesan tersebut benar-benar dikirim pihak Telegram, pastikan akun pengirim memiliki lencana/centang biru sebagai tanda telah diverifikasi atau tidak.

Baca juga: Cara Memindahkan Chat dari WhatsApp ke Telegram dan Signal

7. Hindari menggunakan perangkat jailbreak

Menggunakan perangkat jailbreak atau root memiliki peluang lebih rentan disusupi peretas, untuk mengambil alih perangkat, termasuk mengakses aplikasi perpesanan dan informasi sensitif lainnya.

Peretas yang memiliki akses root akan mudah melewati segala macam fitur keamanan yang sudah dipasang.

Cara-cara di atas bisa digunakan mencegah agar Telegram tidak bisa atau sulit di-hack/diretas. Namun bukan tidak mungkin peretasan masih bisa terjadi, dengan berbagai cara dan kelihaian peretas/hacker.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.