Pengamat Apresiasi Telkomsel Luncurkan 5G di Tengah Pandemi

Kompas.com - 27/05/2021, 17:39 WIB
Jaringan 5G Telkomsel di ponsel Oppo Reno5 5G. Oppo IndonesiaJaringan 5G Telkomsel di ponsel Oppo Reno5 5G.

KOMPAS.com - Pengamat teknologi, Heru Sutadi mengapresiasi operator seluler Telkomsel yang berhasil menggelar layanan 5G, meski Indonesia masih didera pandemi Covid-19.

Menurut Heru, layanan 5G Telkomsel ini bukan hanya bentuk pemenuhan akselerasi transformasi digital saja, mlainkan juga  membuktikan kepada dunia luar, jika Indonesia tak tertinggal terkait dengan teknologi baru.

"Di masa pandemi, ini menunjukkan bahwa meski masih bergulat dengan Covid-19 tapi kita adalah bangsa yang tangguh, tetap tidak ketinggalan dalam mengadopsi teknologi terbaru," ujar Heru dihubungi KompasTekno, Kamis (25/5/2021).

Baca juga: Jaringan 5G Telkomsel Perlu Kartu SIM Baru atau Tidak?

Lewat 5G Telkomsel, Heru juga berharap teknologi seluler generasi ke-lima ini bisa menggerakkan ekonomi, khususnya dari UMKM dan menjawab kebutuhan saat ini seperti work from home (WFH) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Bangun ekosistem

Selain jaringan, Heru juga mengingatkan akan ekosistem yang harus dikembangkan, terutama ekosistem penunjang industry 4.0, seperti internet of things, kecerdasan buatan, virtual reality (VR), augmented reality (AR), maupun blockchain.

Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menggelar jaringan 5G, setelah mendapatkan sertifikat uji layak operasi (ULO) dari Kemenkominfo, Senin (24/5/2021) lalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Layanan 5G Telkomsel kemudian memasuki tahap komersialisasi mulai hari ini, Kamis (27/5/2021).

Untuk tahap awal, jaringan 5G Telkomsel dapat dinikmati secara terbatas dan bertahap di enam lokasi residensial di wilayah Jabodetabek, serta di kota-kota lain seperti Solo, Medan, Balikpapan, Denpasar, Batam, Surabaya, Makassar, dan Bandung.

Baca juga: Resmi, Telkomsel Operator Seluler 5G Pertama di Indonesia

"Sebagai tahap awal, tentu pembangunan di tahun pertama hanya sekitar 2-3 provinsi, kemudian nanti terus berkembang karena tidak tertutup kemungkinan akan digelar di Ibu Kota Negara baru, kemudian wilayah dan kota yang demand-nya tinggi," jelas Heru.

Sementara Menkominfo, Johnny G. Plate mengatakan, sebagai teknologi baru, 5G akan semakin mendorong kemajuan sektor digital di Tanah Air. Hal ini dapat terwujud melalui layanan yang lebih cepat dan kapasitas jaringan yang lebih besar serta andal.

Johnny menyatakan bahwa teknologi 5G akan membuka potensi layanan, tidak hanya untuk komunikasi antar manusia (human to human), tetapi juga mengintegrasikan jaringan komunikasi manusia dengan mesin (human to machine), dan jaringan komunikasi mesin dengan mesin (machine to machine).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X