Tak Semua Ponsel 5G di Indonesia Bisa Tersambung ke Jaringan 5G Telkomsel, Ini Sebabnya

Kompas.com - 28/05/2021, 10:40 WIB
Jaringan sinyal 5G Telkomsel di ponsel Oppo. KOMPAS.com/Reska K. NistantoJaringan sinyal 5G Telkomsel di ponsel Oppo.

KOMPAS.com - Pengguna internet di Indonesia akhirnya segera bisa menikmati jaringan seluler 5G secara terbatas. Telkomsel menjadi operator seluler pertama yang resmi menggulirkan layanan internet generasi kelima.

Sebelumnya, para vendor smartphone besar di Indonesia juga telah merilis perangkat 5G masing-masing ke Tanah Air. Sebut saja, Oppo, Samsung, Xiaomi, Realme, dan Vivo.

Namun, tidak semua smartphone 5G yang beredar di pasaran itu bisa menggunakan jaringan 5G di Indonesia. Sebab, pita (band) yang digunakan masing-masing perangkat belum tentu kompatibel dengan pita yang digunakan operator seluler Indonesia untuk menggelar 5G.

Baca juga: Resmi, Telkomsel Operator Seluler 5G Pertama di Indonesia

Untuk sementara ini, layanan 5G Telkomsel menggunakan band n40 di frekuensi 2,3 GHz. Oleh karena itu, kriteria yang harus dipenuhi sebuah perangkat agar bisa menggunakan jaringan 5G telkomsel adalah mendukung band n40.

"Pita frekuensi radio yang akan digunakan Telkomsel untuk teknologi 5G ini menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk data plane dan pita frekuensi radio 1800 MHz untuk control plane," jelas Johnny melalui pesan singkat kepada KompasTekno.

Frekuensi-frekuensi untuk 5G

Teknologi 5G memiliki tiga lapis pita frekuensi. Layer atas (high band) berada di frekuensi 24GHz-40GHz, lalu layer tengah (mid band) di frekuensi 1GHz-2,6GHz, dan 3,5GHz-6GHz), serta layer bawah (low band) di bawah 1GHz).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di banyak negara, band n40 adalah frekuensi yang umum diuji dan digunakan untuk menggelar 5G. Sebab, band n40  juga digunakan untuk teknologi sebelumnya, yakni jaringan 3G dan 4G.

Baca juga: Jaringan 5G Telkomsel Perlu Kartu SIM Baru atau Tidak?

Telkomsel sendiri memenangkan lelang pita frekuensi 2,3 GHz beberapa waktu lalu untuk menambah spektrum yang sudah ada. Telkomsel mendapatkan dua blok frekuensi dengan total 20 MHz.

Secara keseluruhan, Telkomsel memiliki alokasi sebesar 50 MHz di frekuensi 2,3 GHz. Untuk menggelar 5G, biasanya operator akan melakukan refarming alias penataan ulang pita frekuensi yang sudah dimiliki.

Refarming ini juga menjadi kebijakan yang direstui Kominfo bagi para operator seluler untuk menggelar 5G di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X