Evolusi Jaringan Seluler dari Masa ke Masa, 1G hingga 5G

Kompas.com - 28/05/2021, 11:11 WIB
Ponsel Samsung Galaxy J1 ACE VE yang dipaketkan Smartfren dalam bundling kartu perdana 4G LTE SmartfrenPonsel Samsung Galaxy J1 ACE VE yang dipaketkan Smartfren dalam bundling kartu perdana 4G LTE

Salah satunya mencakup sistem keamanan yang memungkinkan panggilan telepon yang terenkripsi. Dengan demikian, pengguna dapat lebih tenang saat melakukan panggilan telepon, karena tidak lagi dapat disadap.

Peningkatan lain datang dari aspek kualitas suara. Pengguna tak lagi menemukan suara statis yang bising saat melakukan panggilan.

Soal kecepatan, jaringan 2G menawarkan bandwidth 30 KHz hingga 200 KHz. Selain itu, jaringan ini turut memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan SMS dan MMS, meskipun dengan kecepatan rendah, hingga 64 Kbps.

Peningkatan berkelanjutan dari teknologi GSM memperkenalkan jaringan seluler 2,5G, yang menggabungkan kemampuan packet switching dalam bentuk GPRS, dan juga teknologi EDGE.

Jaringan 2,5G mampu menghasilkan kecepatan data hingga 144kbps, memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima pesan e-mail dan menjelajahi web.

Hal ini menyebabkan penggunaan ponsel semakin meningkat, sehingga permintaan akan data kian membengkak.

3G

Memasuki era tahun 2000-an, teknologi jaringan 3G mulai diperkenalkan oleh NTT DoCoMo tepatnya pada tahun 2001.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika dibandingkan dengan pendahulunya, jaringan 3G memiliki kemampuan transfer data 4 kali lebih besar dengan kecepatan rata-rata mencapai 2 Mbps dan kecepatan maksimum hingga 14 Mbps.

Berkat peningkatan ini, jaringan 3G seluruh kegiatan mulai dari streaming video, konferensi video, hingga panggilan video dapat dilakukan dengan lebih lancar.

Pengguna pun dapat mendengarkan musik, melakukan panggilan, mengirim pesan teks, dan melakukan pencarian melalui internet menggunakan perangkat seluler mereka.

Popularitas jaringan 3G kian meredup, semenjak kemunculan deretan ponsel pintar (smartphone) pada tahun 2007.

4G/LTE

Peralihan era ponsel candybar ke smartphone disertai dengan perkembangan jaringan seluler di dunia. Mulanya, jaringan 4G pertama kali komersil di Norwegia pada akhir tahun 2009.

Jaringan 4G sendiri merupakan generasi pertama yang menggunakan teknologi Long-Term Evolution (LTE). Secara teknis, teknologi ini mampu menghasilkan kecepatan unduh antara 10 Mbps hingga 1 Gbps.

Baca juga: Riset Ericsson: 5G Lebih Cepat Diadopsi daripada 4G LTE

Selain itu, jaringan seluler genari keempat ini turut menawarkan latensi yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan sedikitnya proses buffering, peningkatan pada kualitas suara, serta kualitas streaming dan kecepatan unduh yang lebih cepat.

4G juga dikenal sebagai jaringan seluler berbasis IP pertama di dunia, yang mampu mengakomodasi Quality of Service (QoS) serta akses broadband nirkabel pada Multimedia Messaging Service (MMS), percakapan video, TV seluler, konten HDTV, hingga Penyiaran Video Digital (DVB).

Namun dalam waktu yang relatif singkat sejak diperkenalkan, jaringan 4G sudah mulai berjuang untuk mengatasi tuntutan yang datang silih berganti.

Adapun tuntuan yang dimaksud mencakup kemunculan teknologi Augmented Reality (AR), kendaraan otonom, serta pertumbuhan Internet of Things (IoT). Hal ini seakan-akan menuntut jaringan 4G untuk tumbuh semakin cepat, dengan permintaan bandwidth seluler yang tumbuh dengan semakin cepat pula.

Halaman:


Sumber Cengn
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.