Membludak, Permintaan Centang Biru Twitter Ditutup Sementara

Kompas.com - 29/05/2021, 14:24 WIB
Ilustrasi akun Twitter CNNIlustrasi akun Twitter

KOMPAS.com - Twitter memutuskan untuk kembali membuka pengajuan verifikasi akun di platform miliknya, setelah vakum selama empat tahun.

Namun, baru seminggu dibuka, Twitter memutuskan untuk menutup kembali pengajuan centang biru tersebut, mulai hari ini, Sabtu (29/5/2021).

Kabar ini telah disampaikan langsung melalui sebuah kicauan di akun resmi Twitter Verified dengan hadle @verified. Twitter mengabarkan bahwa pihaknya telah menerima banyak permintaan verifikasi akun, meski pengajuan baru dibuka lagi sekitar sepekan.

Saat ini, Twitter tengah meninjau setiap permintaan centang biru yang telah diterima perusahaan.

Baca juga: Cara Mendapatkan Centang Biru Verifikasi Akun Telegram

"Sembari kami meninjau permintaan yang telah masuk, kami harus berhenti sejenak untuk menerima permintaan verifikasi akun untuk saat ini," kicau Twitter.

Tak ingin membuat pengguna lain yang belum sempat mengajukan permintaan verifikasi akun berkecil hati, Twitter berjanji akan kemabli membuka gelombang pendaftaran verifikasi akun ini dalam waktu dekat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami akan segera membuka kembali pengajuan! (kami janji)," tulis Twitter dalam kicauan yang sama.

Membludaknya permintaan verifikasi akun ini sebenarnya bukanlah kejutan besar. Seperti diketahui, Twitter kini memiliki 199 juta pengguna aktif.

Dari jumlah tersebut, hanya ada sekitar 360 ribu pengguna yang profilnya sudah bercentang biru (verified account), sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Social Media Today, Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: Twitter Diam-diam Ungkap Harga Layanan Berbayarnya

Alhasil, mendapatkan lencana biru dari Twitter ini dapat dimaknai sebagai sebuah "privilese" bagi pengguna Twitter, mengingat tak semua akun bisa mendapatkannya.

Makanya, tak mengherankan bila pengguna berlomba-lomba untuk mengajukan verifikasi akun Twitter kali ini, sehingga akhirnya membuat Twitter kebanjiran permintaan. Ditambah lagi, ini juga merupakan pengajuan verifikasi akun pertama Twitter dalam empat tahun terakhir.

Dibuka setelah 4 tahun dengan sistem baru

Untuk diketahui, Twitter sendiri memang terhitung sudah kurang lebih empat tahun tak membuka program pengajuan centang biru pada akun Twitter.

Penghentian itu dilatarbelakangi gara-gara kasus hate speech yang dilakukan oleh akun bercentang biru pada 2017 silam.

Namun setelah empat tahun berlalu, Twitter membuka pengajuan verifikasi akun lagi. Kali ini dengan menggunakan sistem baru.

Bila sebelumnya pengguna harus menghubungi tim Twitter Verified terlebih dahulu melalui Direct Message, untuk memperoleh centang biru, kini, Twitter memudahkan proses pengajuan tersebut dengan menyediakan opsi khusus di laman pengaturan akun.

Baca juga: Twitter Ungkap Cara Pengguna Dapat Uang dari Fitur Spaces

Untuk mengajukan verifikasi akun Twitter, pemilik akun harus menyiapkan identitas resmi seperti KTP, alamat e-mail, dan situs yang terkonfirmasi.

Tak cuma itu, pemilik akun juga harus memenuhi persyaratan seperti telah menjadi pengguna aktif Twitter minimal enam bulan.

Kali ini, ada enam kategori akun yang bisa mengikuti proses verifikasi dan mendapatkan lambang "verified" di Twitter, yaitu akun lembaga pemerintah; akun perusahaan, merek dan organisasi; akun Media, akun hiburan; akun Olahraga; serta akun aktivis, penyelenggara,
dan Individu berpengaruh lainnya.

Keenam kategori ini juga punya syaratnya masing-masing. Informasi mengenai syarat lengkap keenam kategori akun tersebut bisa disimak di tautan berikut.

Selain enam kategori yang disebutkan di atas, Twitter juga berencana akan memperluas kemampuan verifikasi akun untuk kategori ilmuwan, akademisi, dan pemimpin agama pada akhir tahun ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X