Twitter Luncurkan Tomorrow, Layanan Berita Cuaca Berbayar

Kompas.com - 02/06/2021, 19:11 WIB
Ilustrasi Tomorrow, layanan berita cuaca lokal yang diluncurkan  pada Twitter. Axio VisualsIlustrasi Tomorrow, layanan berita cuaca lokal yang diluncurkan pada Twitter.

KOMPAS.com - Twitter memperkenalkan layanan terbarunya bernama Tomorrow. Layanan ini akan menyajikan informasi seputar berita cuaca lokal.

Tomorrow hadir berkat kerja sama antara Twitter dengan jurnalis cuaca senior dan pakar meteorologi, Eric Holthaus.

Untuk dapat menyajikan berita cuaca yang up-to-date, Twitter akan merekrut 18 ahli meteorologi beserta 30 tim penulis dan empat anggota staf editorial paruh waktu untuk layanan Tomorrow.

Menurut VP Product Twitter Mike Park, kehadiran Tomorrow akan membawa dampak yang positif kepada para pengguna Twitter. Selain itu, percakapan soal cuaca juga kerap banyak diperbincangkan di Twitter.

"Cuaca merupakan topik yang relevan untuk Twitter. Beberapa lonjakan terbesar dalam percakapan di Twitter mengacu pada peristiwa bencana seperti angin topan, banjir, dan kebakaran," ujar Park.

Baca juga: Membludak, Permintaan Centang Biru Twitter Ditutup Sementara

Nantinya, seluruh konten seputar cuaca akan dibagikan melalui fitur-fitur berlangganan yang ada di Twitter, seperti salah satunya lewat layanan premium Revue.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Benefit lain yang didapatkan dengan berlangganan Tomorrow adalah keanggotaan gratis pada layanan berbayar Twitter Spaces.

Staff layanan Tomorrow nantinya akan memproduksi buletin dan konten eksklusif dalam bentuk panjang (long-form) yang disebarkan melalui platform Revue. Revue sendiri merupakan platform newsletter yang belum lama ini diakuisisi Twitter.

Selain itu, pelanggan layanan Tomorrow juga akan diperkenankan mengikuti sesi tanya jawab seputar cuaca di Twitter Spaces. Pelanggan diperbolehkan mengajukan pertanyaan tanpa batasan jumlah pertanyaan.

Untuk bisa mengakses Tomorrow, pengguna akan dikenakan biaya berlangganan sebesar 10 dollar AS (sekitar Rp 142.000) setiap bulannya.

Baca juga: Twitter Diam-diam Ungkap Harga Layanan Berbayarnya

Namun karena masih terbilang baru, saat ini pengguna harus mengirimkan e-mail apabila ingin mengetahui berita-berita cuara baru pada layanan Tomorrow.

Layanan Tomorrow kini sudah dapat dinikmati di 16 wilayah di Amerika Utara, yang mencakup Atlanta, Boston, Charlotte, Chicago, Dallas/Fort Worth, Detroit, Houston, Minneapolis, New York, Philadelphia, Portland, San Antonio, San Francisco, Toronto, Washington DC, dan Republik Dominika.

Rencananya, Tomorrow akan turut dirilis secara global untuk pengguna di luar Amerika Utara pada tahun 2022, khususnya untuk India dan Brasil, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari 9to5Mac, Rabu (2/6/2021).



Sumber 9to5mac
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X