Smartfren Beli Saham Moratelindo Rp 360 Miliar untuk Gelar 5G

Kompas.com - 03/06/2021, 09:36 WIB
Kantor Smartfren di Jakarta Pusat. KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoKantor Smartfren di Jakarta Pusat.

KOMPAS.com - Operator seluler Smartfren melalui anak usahanya, PT Smart Telecom (Smartel) dilaporkan telah mengakusisi saham milik penyelenggara infrastruktur jaringan serat optik telekomunikasi, PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo).

Jumlah saham yang diakuisisi Smarfren setara 20,5 persen dari total modal yang ditempatkan Moratelindo. Sedangkan nilai pembelian sahamnya sendiri ialah sebesar Rp 360 miliar.

Aksi penyertaan modal ini nampaknya merupakan langkah lanjutan dari Smartfren untuk memuluskan niatnya menggelar layanan 5G di Indonesia.

Baca juga: Dapat Frekuensi 5G, Smartfren Targetkan Penambahan Pelanggan 30 Persen

Hal ini mengingat, belum lama ini, Smartfren juga telah mengonfirmasi tengah bersiap melakukan penggabungan usaha, alias merger dengan Moratelindo untuk memuluskan penggelaran layanan 5G di Tanah Air.

Sedangkan menurut manajemen Smarfren sendiri, penyertaan modal saham ini dilakukan untuk mengembangkan usaha strategis Smartfren, Smartel, dan Moratelindo di masa mendatang. 

"Para pihak dalam perjanjian meyakini akan terjadi sinergi dalam kegiatan operasional antara Smartfren, Smartel, dan Moratelindo sehingga berdampak positif pada kinerja, kondisi keuangan konsolidasi, dan kelangsungan usaha Smartfren," kata manajemen, dalam surat yang ditandatangani oleh Antony Susilo selaku Direktur Keuangan Smartfren, Jumat (28/5/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah saham yang diakuisisi Smarfren setara 20,5 persen dari total modal yang ditempatkan Moratelindo. Sedangkan nilai pembelian sahamnya sendiri ialah sebesar Rp 360 miliar.

Dengan jumlah kepemilikan saham tersebut, Smartfren akan menjadi pemegang saham minoritas di Moratelindo. Sedangkan kepemilikan saham mayoritas Moratelindo masih dipegang oleh PT Candrakarya Multikreasi (CKM) dan PT Gema Lintas Benua (GLB).

Saat ini, CKM dan GLB menggenggam kepemilikan masing-masing 57,5 persen dan 42,5 persen.

Baca juga: Smartfren Rilis Paket Unlimited Rp 22.000 Seminggu, Full Speed di Malam Hari

"Smartel akan menjadi pemegang saham minoritas, tidak menjadi pemegang saham pengendali, dan tidak menempatkan pegurus di Moratel," kata manajemen, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Kontan, Kamis (3/6/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X