Kompas.com - 03/06/2021, 17:45 WIB
Ilustrasi postingan Infinix Indonesia yang menuai pro dan kontra. KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi postingan Infinix Indonesia yang menuai pro dan kontra.
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Akun media sosial Facebook dan Instagram Infinix Indonesia baru-baru ini mengunggah sebuah gambar yang membandingkan keunggulan Infinix Hot 10s dari ponsel kompetitor lain yang dijuluki sebagai "Katanya Jawara".

Dalam unggahan itu tertulis kode "Hot 10s" yang mewakili Infinix dan "9T" yang konon mewakili Redmi 9T.

Namun, unggahan tersebut mengundang respons dari Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse. Pasalnya menurut Alvin, informasi yang diberikan pihak Infinix dalam perbandingan tersebut keliru.

Ia pun menuliskan keluhan di kolom komentar unggahan tersebut. Namun, komentar tersebut, menurut Alvin, sudah disembunyikan oleh pihak Infinix.

"Saya harus turun tangan karena iklannya menyesatkan. Admin (Infinix Indonesia) bahkan sampai menyembunyikan komentar saya, sungguh sangat tidak jujur," tutur Alvin melalui akun Twitter @atytse.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi perbincangan warganet

Unggahan itu pun kini tengah ramai dibicarakan warganet karena sebagian dari mereka menganggap perbandingan tersebut tidak tepat dan menyesatkan.

"Xiaomi sering membandingkan produk lain ketika launching, yang jadi masalah itu kenapa iklan Infinix misleading alias menyesatkan," ujar akun bernama @whoisenug.

"Xiaomi kalau rilis ponsel baru suka membandingkan sama brand lain, tetapi tidak merendahkan seperti itu (iklan Infinix)," imbuh warganet lain bernama @MHSAHMD.

Baca juga: Poco dan Infinix Saling Sindir di Media Sosial, Bos Xiaomi Turun Tangan

Membalas pernyataan Alvin tadi, seorang warganet bernama @billydolmen mencoba meredam "amarah" Alvin di Twitter. Ia mengatakan bahwa Alvin sebenarnya tidak perlu menanggapi iklan tersebut.

Menurut akun itu, informasi yang salah dari kompetitor sejatinya bukan tanggung jawab Alvin maupun Xiaomi.

"Barulah kesalahan informasi dari perusahaan Anda (Xiaomi) menjadi tanggung jawab Anda. Bagaimana seandainya jika saya memberikan informasi yang salah mengenai produk Xiaomi? Apakah Anda akan mengincar saya juga?" ujar @billydolmen.

Akun @billydolmen juga mengatakan bahwa Alvin sebetulnya bisa mengabaikan iklan tersebut demi memberikan image yang positif, mengingat ia merupakan bos Xiaomi di Tanah Air.

Hal serupa juga dikatakan akun bernama @_RezaYudhistira. Menurut dia, XIaomi, terutama Alvin, seharusnya tidak tersinggung. 

"Mereka tidak menyebutkannya (Xiaomi) secara gamblang. Anda sebenarnya tidak perlu mengklarifikasi apapun," imbuh @_RezaYudhistira yang membalas pernyataan Alvin.

Sebagian tak mempermasalahkan iklan Infinix

Selain diredam, keluhan Alvin juga dibantah oleh sejumlah warganet yang mengklaim bahwa iklan Infinix sah-sah saja alias tidak ada masalah.

Akun bernama @farizalhanafi, misalnya, mengatakan bahwa Xiaomi pernah membandingkan merek dan brand kompetitor secara gamblang, berbeda dengan unggahan Infinix yang tidak menyebutkan merek Xiaomi sama sekali.

"Kompetitor Anda (Infinix) bahkan tidak menyebut merek atau nama produknya, bagaimana Anda bisa tahu (bahwa itu produk Xiaomi)," imbuh @farizalhanafi.

Sanggahan serupa juga dilontarkan oleh akun bernama @millenialzmnnow. Menurut dia, penggunaan tagline "Jawara" yang digunakan Infinix juga terbilang normal. Sebab, kata tersebut terdaftar dalam KBBI dan tidak dipatenkan oleh Xiaomi.

Baca juga: Xiaomi Resmi Umumkan Harga Redmi Note 8 2021

"Infinix sebenarnya sudah beriklan dengan hati-hati. Sebab, banyak di luar sana yang menggunakan nama kompetitor mereka masing-masing," tutur akun @millenialzmnnow.

"Iklan seperti ini bagus untuk marketing dan Xiaomi sebaiknya tidak perlu tersinggung karena konsumen sudah tahu siapa yang lebih baik," imbuh pengguna lainnya dengan akun @Tiere_eRDe.

Berawal dari unggahan Poco Indonesia?

Sebelumnya, akun resmi Poco Indonesia di Facebook dan Twitter sempat mengunggah postingan yang membandingkan keunggulan Poco M3 dibanding ponsel entry-level kompetitor lain yang diberi kode "Hot 10s".

Tidak disebutkan apakah ponsel yang dibandingkan itu merupakan Infinix Hot 10s atau bukan. Sebab, merek "Infinix" memang tidak ditampilkan di postingan tersebut.

Yang jelas, beberapa hari kemudian, Infinix ikutan mengunggah postingan serupa. Namun, alih-alih Poco M3, Infinix Hot 10s dibandingkan dengan ponsel "Katanya Jawara" yang memiliki kode "9T".

Konon, postingan tersebut dianggap menyesatkan karena salah menampilkan informasi spesifikasi terkait perangkat kompetitor yang menjadi pembanding Infinix Hot 10s.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.