Sejarah Tetris, Game Susun Balok yang Lahir "Tak Sengaja" 37 Tahun yang Lalu

Kompas.com - 07/06/2021, 19:25 WIB
Deretan Tetriminos atau aneka bidang di Tetris dengan berbagai bentuk dan warna . CNNDeretan Tetriminos atau aneka bidang di Tetris dengan berbagai bentuk dan warna .
Penulis Bill Clinten
|

Di Elorg, ia bertemu dengan Pajitnov dan langsung menjadi kerabatnya, hingga akhirnya mendapatkan lisensi untuk merilis Tetris di Game Boy. Kala itu, penjualan Tetris di konsol handheld tersebut diklaim mencapai 35 juta kopi.

Baca juga: Begini Tampilan Game Lawas Pepsiman Jika Diberi Sentuhan Ala PS5

Royalti tertunda

Meskipun Tetris sukses besar, Pajitnov masih belum menghasilkan uang dari game tersebut hingga tahun 1990-an. Sebab, ia sempat memberikan pengelolaan hak cipta Tetris kepada pemerintah Soviet melalui lembaga Elorg selama 10 tahun.

Ketika kesepakatannya terkait lisensi Tetris dengan Elorg berakhir pada 1995, Pajitnov dan Rogers langsung merintis Tetris Company pada 1996 di Amerika Serikat dan mulai mendapatkan royalti dari game buatannya itu.

Tetris Company adalah sebuah perusahaan yang berfungsi untuk melisensikan beragam game yang menggunakan merek "Tetris".

Pada 2005 lalu, perusahaan tersebut mengakuisisi Elorg yang kala itu sudah menjadi perusahaan swasta akibat perpecahan Uni Soviet.

Elorg sendiri kala itu disebut masih mempunyai sejumlah hak cipta akan Tetris. Dengan akuisisi tersebut, maka Tetris Company memiliki hak cipta atas merek Tetris sepenuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Grand Theft Auto V Mau seperti Tetris

Tetris saat ini

Melalui Tetris Company, Pajitnov dan Rogers melakukan standarisasi nama dan warna pada aneka batang atau bidang yang ada di Tetris yang akhirnya dijuluki dengan "Tetriminos".

Tetriminos terdiri dari tujuh bidang dengan bentuk menyerupai abjad huruf, yaitu "I" (biru laut), "S" (hijau), "Z" (merah), "O" (kuning), "T" (ungu), "L" (oranye), dan "J" (biru).

Hingga kini, esensi permainan Tetris masih sama, yaitu menyusun aneka balok yang jatuh dari langit-langit, ke aneka ruang kosong yang ada di bawahnya, hingga tersusun menjadi satu baris balok horizontal yang sempurna.

Karena ketersediaannya di berbagai platform, Tetris pun memecahkan rekor dunia (Guinness World Record) lantaran dinobatkan sebagai game yang paling banyak dirilis (ported) di 65 platform, baik itu konsol, PC, maupun mobile.

Di segmen mobile sendiri, game Tetris diklaim sudah diunduh lebih dari 500 juta kali dan angka itu kemungkinan bertambah seiring berjalannya waktu.

"Game Tetris hingga saat ini tidak kehilangan esensinya dan tidak ada juga yang bisa menggantikannya," pungkas Rogers.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.