Sejarah Tetris, Game Susun Balok yang Lahir "Tak Sengaja" 37 Tahun yang Lalu

Kompas.com - 07/06/2021, 19:25 WIB
Ilustrasi situs web Tetris. KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi situs web Tetris.
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Siapa yang tak kenal game Tetris? Game menyusun balok-balok geometris berbagai bentuk tersebut bisa dibilang sangat populer dan bisa dimainkan di aneka platform, mulai dari PC, konsol, handheld, dan lain sebagainya.

Namun, siapa sangka, sebelum popularitasnya melejit, game tersebut awalnya lahir secara "tidak sengaja"?

Pada 37 tahun lalu, atau tepatnya 6 Juni 1984, seorang pembuat perangkat lunak (software) Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet di Moskow, Rusia (Soviet) merancang sebuah game sederhana untuk menguji kebolehan komputer model anyar bernama Electronika 60.

Alexey Pajitnov, nama insinyur tersebut, lantas membuat suatu game yang terinspirasi dari "Pentomino", game menyusun balok tiga dimensi berjenis jigsaw puzzle yang ia sering mainkan pada masa kecilnya.

Serupa dengan Pentomino, game ini mengharuskan pemain merangkai balok-balok dua dimensi agar tersusun rapi memenuhi ruang kosong yang tersedia.

Namun, alih-alih dua belas, jenis balok yang ada di game tersebut disederhanakan hingga berjumlah tujuh.

Pajitnov lantas menamai game tersebut dengan "Tetris", nama gabungan dari "tetra" (bahasa Yunani dari angka empat) dan "tenis" (olahraga favorit Pajitnov).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun penamaan empat ini tak lepas dari tiap keping Tetris yang terdiri dari empat buah bidang persegi.

Pajitnov mengaku kecanduan game tersebut karena dia anggap Tetris sangat seru.

"Saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memainkan versi prototipe ini, karena sangat adiktif untuk menyatukan balok-baloknya," kata Pajitnov, sebagaimana dilansir CNN dan dikutip KompasTekno, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Sejarah Komputer dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Tetris makin populer

Ilustrasi game Tetris versi orisinal.CNN Ilustrasi game Tetris versi orisinal.

Beberapa saat setelah dibuat, Tetris meraup popularitas di kalangan programer yang memiliki akses ke komputer Electronika 60. Namun, perlu dicatat, game ini belum memiliki tampilan visual yang mumpuni.

Tiap batang Tetris di versi awalnya dibuat menggunakan beberapa tanda kurung siku "[" dan "]" hingga membentuk satu balok Tetris.

Pajitnov lantas didorong oleh berbagai pihak untuk merilis Tetris di luar perangkat yang lebih populer dari Electronika 60, yaitu IBM PC. Perangkat ini sejatinya juga memiliki kemampuan grafis yang lebih mumpuni.

Pembuatan Tetris versi IBM PC sendiri mengandalkan mahasiswa magang bernama Vadim Gerasimov yang kini bekerja di Google.

Baca juga: Sejarah Google, Raksasa Mesin Pencari yang Hampir Dijual Murah

Sesaat setelah dirilis di perangkat tersebut pada 1986, Tetris langsung "naik daun" dan populer di kalangan pengguna PC di masa tersebut.

"Layaknya kebakaran hutan, semua pengguna PC di Uni Soviet memasang game Tetris di perangkat mereka," klaim Pajitnov.

Nama Tetris lantas semakin melejit. Orang-orang pun membagikan informasi mengenai serunya game tersebut dari mulut ke mulut.

Bahkan, tak sedikit pengguna yang disebut menyalin game Tetris dari komputer kerabatnya ke disket, supaya game itu bisa dipasang di komputernya masing-masing.

Ekspansi ke luar Rusia dan platform lain

Pajitnov dan anaknya menggenggam versi PC dari Tetris yang dirilis di Inggris dan Amerika Serikat pada 1989.CNN Pajitnov dan anaknya menggenggam versi PC dari Tetris yang dirilis di Inggris dan Amerika Serikat pada 1989.

Pada tahun 1988, Tetris menjadi game PC komersial di wilayah Inggris dan Amerika Serikat.

Game tersebut dirilis berkat bantuan seorang karyawan dari perusahaan software asal Hungaria bernama Andromeda, Robert Steain. Stein membantu mengurus proses lisensi game tersebut agar bisa dirilis di luar Soviet.

Meski dijual di luar "kampung halamannya", permainan ini tetap didesain dengan ciri khas Soviet melalui ilustrasi kemasan bertema Kremlin dan aksara Cyrillic.

Penjualan Tetris sendiri diakui memiliki performa yang baik, namun disebut belum maksimal.

Hal itu menarik minat seorang pengembang game asal Belanda, Henk Rogers yang menyadari bahwa Tetris merupakan game yang sangat cocok dimainkan di perangkat handheld besutan Nintendo, Game Boy.

Rogers lantas melakukan pendekatan terhadap Minoru Arakawa, bos Nintendo America kala itu dan meyakinkannya untuk mem-bundling game Tetris bersama penjualan Nintendo Game Boy yang kala itu bakal dirilis di wilayah Amerika Utara dan Eropa.

Ilustrasi game Tetris di Nintendo Game Boy.CNN Ilustrasi game Tetris di Nintendo Game Boy.

"Jika Anda ingin anak-anak membeli Game Boy, maka sertakan game Mario (dalam penjualan). Tetapi, jika Anda ingin semua orang membeli Game Boy, maka Anda harus menyertakan Tetris," ujar Rogers kala itu.

"Ancaman" tersebut berhasil dan Rogers lantas langsung pergi ke Soviet untuk mendapatkan lisensi game Tetris dari lembaga yang mengatur ekspor software dan hardware buatan dalam negeri, Electronorgtechnica (Elorg).

Di Elorg, ia bertemu dengan Pajitnov dan langsung menjadi kerabatnya, hingga akhirnya mendapatkan lisensi untuk merilis Tetris di Game Boy. Kala itu, penjualan Tetris di konsol handheld tersebut diklaim mencapai 35 juta kopi.

Baca juga: Begini Tampilan Game Lawas Pepsiman Jika Diberi Sentuhan Ala PS5

Royalti tertunda

Meskipun Tetris sukses besar, Pajitnov masih belum menghasilkan uang dari game tersebut hingga tahun 1990-an. Sebab, ia sempat memberikan pengelolaan hak cipta Tetris kepada pemerintah Soviet melalui lembaga Elorg selama 10 tahun.

Ketika kesepakatannya terkait lisensi Tetris dengan Elorg berakhir pada 1995, Pajitnov dan Rogers langsung merintis Tetris Company pada 1996 di Amerika Serikat dan mulai mendapatkan royalti dari game buatannya itu.

Tetris Company adalah sebuah perusahaan yang berfungsi untuk melisensikan beragam game yang menggunakan merek "Tetris".

Pada 2005 lalu, perusahaan tersebut mengakuisisi Elorg yang kala itu sudah menjadi perusahaan swasta akibat perpecahan Uni Soviet.

Elorg sendiri kala itu disebut masih mempunyai sejumlah hak cipta akan Tetris. Dengan akuisisi tersebut, maka Tetris Company memiliki hak cipta atas merek Tetris sepenuhnya.

Baca juga: Grand Theft Auto V Mau seperti Tetris

Tetris saat ini

Deretan Tetriminos atau aneka bidang di Tetris dengan berbagai bentuk dan warna .CNN Deretan Tetriminos atau aneka bidang di Tetris dengan berbagai bentuk dan warna .

Melalui Tetris Company, Pajitnov dan Rogers melakukan standarisasi nama dan warna pada aneka batang atau bidang yang ada di Tetris yang akhirnya dijuluki dengan "Tetriminos".

Tetriminos terdiri dari tujuh bidang dengan bentuk menyerupai abjad huruf, yaitu "I" (biru laut), "S" (hijau), "Z" (merah), "O" (kuning), "T" (ungu), "L" (oranye), dan "J" (biru).

Hingga kini, esensi permainan Tetris masih sama, yaitu menyusun aneka balok yang jatuh dari langit-langit, ke aneka ruang kosong yang ada di bawahnya, hingga tersusun menjadi satu baris balok horizontal yang sempurna.

Karena ketersediaannya di berbagai platform, Tetris pun memecahkan rekor dunia (Guinness World Record) lantaran dinobatkan sebagai game yang paling banyak dirilis (ported) di 65 platform, baik itu konsol, PC, maupun mobile.

Di segmen mobile sendiri, game Tetris diklaim sudah diunduh lebih dari 500 juta kali dan angka itu kemungkinan bertambah seiring berjalannya waktu.

"Game Tetris hingga saat ini tidak kehilangan esensinya dan tidak ada juga yang bisa menggantikannya," pungkas Rogers.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.