Perbaikan Kabel Bawah Laut Telkom di Papua Terhambat Cuaca Buruk

Kompas.com - 08/06/2021, 06:31 WIB
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menunjukkan foto-foto kabel bawah laut Telkom di ruas Biak-Jayapura yang terputus akibat terbakar lava. Kemenkominfo TV/ YouTubeDirektur Utama Telkom Ririek Adriansyah menunjukkan foto-foto kabel bawah laut Telkom di ruas Biak-Jayapura yang terputus akibat terbakar lava.
Penulis Oik Yusuf
|

Proses backup dilakukan secara bertahap. Layanan voice sudah pulih tak lama setelah kabel putus pada 30 April. Backup mencapai kapasitas 4,7 Gbpas pada 17 Mei.

Menurut Ririek, backup 4,7 Gbps itu sudah merupakan angka maksimal yang bisa disediakan oleh pihaknya saat ini dan berselisih jauh dari trafik 154 Gbps yang terdampak.

Kecepatan internet di wilayah yang mengalami gangguan pun masih belum kembali normal.

“Seluruh layanan sebenarnya sudah recover, tapi kapasitasnya, speed-nya belum kembali normal,” ungkap Ririek.

Baca juga: Menkominfo: Internet Papua Akan Pulih Sepenuhnya Bulan Depan

Jalur kabel baru untuk mitigasi

Ini bukan kali pertama kabel bawah laut putus di wilayah tersebut. Johnny mengungkapkan, peristiwa serupa sudah terjadi sebanyak 5 kali. Empat di antaranya disebabkan oleh faktor alam, sementara satu lagi oleh alat bantu penangkapan ikan.

Untuk kejadian ini, dari kesimpulan sementara sebelum evaluasi akhir, Johnny mengatakan bahwa penyebabnya pun adalah faktor alam.

Ririek mengatakan bahwa di daerah putusnya kabel di palung sedalam lebih dari 4.000 meter, memang terdapat gunung berapi bawah laut yang belakangan terbuka akibat gempa, sehingga secara periodik mengeluarkan lava.

Limpahan lava panas inilah yang kemudian membakar kabel sehingga putus.

Sebagai langkah mitigasi untuk mencegah berulangnya kejadian ini di masa mendatang, Telkom sedang membangun jalur kabel fiber optik baru di utara Papua, membentang dari Biak hingga Sorong dengan panjang 1.141 km.

Pembangunan jalur kabel baru ini sudah dimulai sejak 2020 dan diharapkan akan rampung pada kuartal pertama 2022.

“Itu (kabel baru) jaraknya cukup jauh, di atas 100 km dari yang serkarang dan diharapkan sudah melewati palung itu,” ujar Ririek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.