Begini Cara Facebook Memberantas Konten Berisi Ujaran Kebencian

Kompas.com - 08/06/2021, 16:03 WIB
ilustrasi Facebook Bloombergilustrasi Facebook
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Sebagai bagian dari upayanya melindungi keamanan pengguna, Facebook berkomitmen untuk terus memberantas dan mencegah aksi perundungan (bully) dan pelecehan di jejaring sosialnya.

Sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan ini, Content Policy Manager Facebook Manu Gummi mengatakan bahwa setiap dua minggu sekali, tim Kebijakan Konten Facebook rutin mengadakan pertemuan yang disebut Policy Forum.

Pada forum tersebut, tim Kebijakan Konten Facebook berdiskusi tentang apa yang harus dicanangkan untuk melakukan pembaruan maupun penyesuaian pada Standar Komunitas dan kebijakan konten di jejaring sosial bernuansa biru itu.

Baca juga: Facebook Hapus 25 Juta Konten Ujaran Kebencian dalam 3 Bulan

Dalam acara Hate Speech Under The Hood yang digelar secara online, Selasa (8/6/2021), Manu mengatakan Tim Kebijakan konten selalu membahas konten ujaran kebencian setiap dua minggu sekali di Policy Forum.

"Tim kami berdiskusi untuk membahas upaya-upaya lainnya, khususnya untuk mengatur kebijakan konten di Facebook," ujar Manu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim Kebijakan Konten tersebar di 11 kantor Facebook di seluruh dunia. Anggotanya ada lebih dari 35.000 orang yang terdiri dari para ahli di berbagai bidang seperti terorisme, ujaran kebencian, dan keamanan anak. Facebook juga memiliki 15.000 moderator konten.

Selain tim dari Facebook sendiri, para partisipan yang tergabung dalam forum itu juga mencakup para ahli, jurnalis, dan akademisi.

"Mereka membawa para ahli dari berbagai perusahaan untuk berpartisipasi dalam Policy Forum dan dalam beberapa kesempatan, mereka juga mengikutsertakan jurnalis dan akademisi ke dalam pertemuan ini untuk mengamati kegiatan kami," ungkap Manu.

Menurut Manu, ujaran kebencian adalah salah satu hal yang kompleks dan harus segera diatasi. Meski sejumlah negara memiliki hukum terkait ujaran kebencian, namun Facebook mendefinisikan hal tersebut dengan bervariasi.

Menu menjelaskan, Facebook mendefinisikan ujaran kebencian sebagai serangan langsung terhadap hal-hal yang bersfifat personal, misalnya disabilitas, orientasi seksual, jenis kelamin, serta ujaran yang tidak manusiawi atau mengandung kekerasan.

Baca juga: Cara Mengatur Facebook agar Tidak Melacak Aktivitas Kita di Internet

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X