Bukalapak Disebut IPO Agustus, Bakal Pecahkan Rekor?

Kompas.com - 18/06/2021, 08:02 WIB

KOMPAS.com - Perusahaan rintisan Bukalapak kabarnya akan melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada Agustus 2021 mendatang.

Menurut dua sumber yang mengetahui informasi ini, Bukalapak menargetkan dana segar 500 juta hingga 800 juta dollar AS, atau sekitar Rp 7,2-11,2 triliun (kurs Rp 14.471), bergantung pada permintaan investor dan kondisi pasar saat IPO dilakukan.

Apabila nilai itu terealisasi, maka IPO Bukalapak akan memecahkan rekor sebagai yang terbesar di Indonesia dalam satu dekade (10 tahun) terakhir.

Rekor IPO terbesar di Indonesia sebelumnya dipegang oleh PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), dengan nilai Rp 12,23 triliun yang diraih pada 2008 lalu.

Baca juga: Aturan COD di Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Lazada, dan Zalora serta Cara Pengembalian Barang

Bukalapak juga berpotensi memecahkan rekor IPO terbesar di Indonesia, yang dilakukan oleh sebuah startup.

Setidaknya, rekor itu akan bertahan hingga GoTo-perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia-melakukan IPO. Sebab berdasarkan perkiraan Mirae Asset, valuasi perusahaan Gojek dan Tokopedia setelah merger dengan Tokopedia sekitar Rp 170 triliun.

Jika target dana yang dihimpun dalam IPO sebesar 10 persen saja dari valuasi keduanya, maka nilainya akan mencapai Rp 17 triliun.

Seperti diketahui, GoTo kabarnya juga akan melakukan dual listing di Jakarta dan Amerika Serikat, namun belum ada petunjuk kapan perusahaan teknologi raksasa itu akan melantai di bursa saham.

Bukalapak kabarnya akan menjual 10-15 persen sahamnya dalam IPO. Perusahaan e-commerce terbesar nomor empat se-Indonesia itu menargetkan valuasi sekitar 4-5 miliar dollar AS (sekitar Rp 57,8- 72,2 triliun).

Baca juga: Gandeng Altimeter, Grab Bakal IPO di AS dengan Valuasi Capai Rp 580 Triliun

Kabarnya, prospektus perusahaan sudah diserahkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Dirangkum KompasTekno dari Reuters, Jumat (18/6/2021), Bukalapak enggan mengomentari kabar tersebut.

Sebelumnya dikabarkan Bukalapak hanya menargetkan angka 300 juta dollar AS (sekitar Rp 4,3 miliar) dari IPO lokal sebelum merger melalui skema special purpose acquisition company (SPAC) di Amerika Serikat.

Namun salah satu sumber mengatakan kepada Reuters, saat ini Bukalapak hanya fokus pada IPO-nya saja. Pada 2019 lalu, Bukalapak dikabarkan memiliki nilai valuasi sebesar 2,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 36,2 triliun).

Perusahaan e-commerce berusia 11 tahun itu mengklaim memiliki lebih dari 100 juta pengguna. Beberapa investor menjadi penyokong Bukalapak, di antaranya adalah Microsoft, GIC, Emtek, dan Naver Corp.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.