"Tambang" di China Ditutup, Bitcoin Makin Sulit Didapatkan

Kompas.com - 24/06/2021, 18:10 WIB
Ilustrasi Bitcoin Novikov Aleksey/ShutterstcokIlustrasi Bitcoin
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Pemerintah China belakangan makin gencar memberangus aktivitas terkait mata uang kripto, termasuk dengan melarang kegiatan penambangannya alias mining.

Akhir pekan lalu, otoritas Sichuan dikabarkan menutup banyak tambang kripto di provinsi yang merupakan salah satu sentra mining Bitcoin di China tersebut. Para penambang di Xinjiang, salag satu pusat mining lainnya, bernasib serupa.

Padahal, dua daerah itu termasuk penyumbang daya komputasi (hash rate) terbesar untuk jaringan Bitcoin. Akibatnya, hash rate Bitcoin secara global ikut terdampak secara signifikan.

Baca juga: Harga Bitcoin dkk Anjlok Lagi, Apa Penyebabnya Kali Ini?

Laporan firma riset mata uang kripto TheBlock, menyebutkan bahwa, selama satu bulan terakhir (15 Mei - 23 Juni 2021) kinerja hashrate Bitcoin secara global menurun 48,8 persen ke angka 83.933 peta hash per detik (PH/s), dari 167.756 PH/s.

Dengan begitu, keping Bitcoin baru pun akan semakin sulit didapat karena proses atau kecepatan penambangannya akan semakin lambat.

Secara spesifik, TheBlock turut menjelaskan bahwa penurunan ini memang berasal dari sejumlah platform mining Bitcoin di China yang memang mengalami penurunan selama beberapa bulan belakangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AntPool dan F2Pool yang digadang-gadang sebagai dua platform penambangan (pool) Bitcoin terbesar, misalnya, mengalami penurunan kinerja hashrate mencapai 58 persen dan 56 persen dalam satu bulan terakhir.

Baca juga: China Sediakan Pos Pengaduan Aktivitas Penambangan Bitcoin dkk

Meski demikian, platform mining Foundry USA dan Rawpool justru mengalami peningkatan hashrate sebanyak 15 persen (6.616 PH/s) dan 6 persen (2.922 PH/s).

Namun, angka tersebut belum mampu meningkatkan kapasitas hashrate Bitcoin secara global. Sebab, kapasitas keduanya tidak sebanyak AntPool dan F2Pool yang saat ini berada di angka 11.617 PH/s dan 11.145 PH/s.

Selengkapnya, berikut daftar platform mining Bitcoin di dunia yang sebagian besar mengalami penurunan hashrate, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TheBlock, Kamis (24/6/2021).

  Hashrate per 15 Mei (PH/s) Hashrate per 23 Juni (PH/s) Perubahan (persen)
AntPool 27.863 11.617 -58
F2Pool 25.547 11.145 -56
Poolin 23.114 11.790 -49
BTC.com 17.869 10.190 -43
Binance Pool 16.629 9.426 -43
ViaBTC 14.934 12.059 -19
Huobi Pool 11.753 2.169 -82
1THash 7.006 218 97
Foundry USA 5.766 6.616 15
Slush Pool 4.946 4.650 -6
BTC.TOP 4.259 256 -94
Rawpool 2.756 2.922 6
SBI Crypto 2.139 726 -66
EMCD 1.686 1.585 -6
OKEx Pool 1.490 564 -62
Total 167.756 85.933 -48,8



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X