Riset: 1 dari 4 Smartphone yang Terjual Dibeli Secara Online

Kompas.com - 28/06/2021, 12:04 WIB
ilustrasi belanja online Shutterstockilustrasi belanja online

KOMPAS.com - Penjualan smartphone secara online meningkat pada 2020. Salah satu faktor terbesarnya tidak lain adalah pandemi Covid-19 yang membuat sebagian besar negara di dunia memberlakukan karantina wilayah.

Dengan kondisi ini, praktis, segala aktivitas luar ruangan, termasuk belanja yang harus dilakukan secara online.

Menurut laporan dari firma riset Counterpoint Research, penjualan smartphone melalui jalur online, menyumbang angka 26 persen dari total penjualan secara global sepanjang tahun 2020. Artinya, satu dari empat smartphone yang terjual, dibeli secara daring.

Beberapa negara mengalami pertumbuhan penjualan daring yang cukup besar. India menjadi negara dengan penjualan smartphone tertinggi dengan persentase sebesar 45 persen.

Kemudian Inggris menjadi negara kedua dengan persentase 39 persen dan China 34 persen.

Di Amerika Serikat, penjualan smartphone melalui marketplace mencapai 24 persen dari total penjualan. Dirangkum KompasTekno dari Gizmo China, Sabtu (26/6/2021) tren kenaikan ini juga terjadi di wilayah Amerika Latin dan Eropa.

Baca juga: 4 Kebiasaan Buruk yang Bikin Rusak Baterai Smartphone

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Grafik persentase penjualan smartphone secara daring menurut laporan Counterpoint Research.Counterpoint Research/Gizmo China Grafik persentase penjualan smartphone secara daring menurut laporan Counterpoint Research.
Bahkan, di Amerika Serikat dan India, penjualan smartphone melalui jalur online pada paruh kedua tahun 2020, disebut mencatatkan rekor tertinggi yang pernah ada. Namun, tren penjualan online ini diperkirakan akan menurun tahun 2021.

"Setelah pertumbuhan yang cukup cepat pada 2020, kami memperkirakan pada 2021 akan menurun setelah vaksinasi Covid-19," kata analis Counterpoint Research, Sujeong Lim.

Kendati demikian, Lim memperkirakan akan ada pertumbuhan tipis setiap tahun mulai 2022 mendatang dan seterusnya.

Baca juga: Jangan Charge Saat 0 Persen, Begini Cara agar Baterai Smartphone Sehat Walafiat

Hal itu didorong oleh pertumbuhan di negara berkembang dan jumlah penduduk paruh baya yang sudah terbiasa menggunakan gawai dan internet untuk memudahkan aktivitas mereka, termasuk berbelanja.

"Tapi, khusus untuk India yang saat ini menjadi negara dengan pangsa pasar penjualan smartphone online tertinggi, kemungkinan akan menurun setelah tahun 2022 karena pengembangan infrastruktur luring seperti gerai multi-merek dan gerai retail berskala besar," kata Lim.

"Di sisi lain, pertumbuhan pasar online di Asia Tenggara dan kawasan Timur Tengah dan Afrika menarik untuk dilihat," pungkas Lim.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X