Prediksi "Suram" CEO Intel soal Pasokan Chip Dunia

Kompas.com - 29/06/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi chip Intel Enpirion. GSMArenaIlustrasi chip Intel Enpirion.

KOMPAS.com - Memasuki paruh kedua tahun 2021, industri teknologi masih dilanda krisis chipset. Banyak spekulasi bermunculan, memperkirakan kapan krisis akan berakhir sehingga lini produksi bisa pulih sepenuhnya.

CEO Intel, Pat Gelsinger, turut memprediksi sampai kapan krisis ini akan berlangsung. Ia memperkirakan kelangkaan chip masih melanda industri hingga tahun depan.

Gelsinger memprediksi, rantai pasokan dan permintaan chipset baru akan kembali normal pada 2023 mendatang.

"Saya belum melihat industri chipset akan kembali ke rantai pasokan dan permintaan yang sehat hingga tahun 2023. Untuk beberapa industri yang saat ini masih memburuk akan semakin membaik," kata Gelsinger.

Di tengah kelangkaan yang terjadi, permintaan chipset di pasar tidak berkurang. Hal inilah yang membuat pasokan chipset untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Baca juga: Bisnis Semikonduktor Raup Untung di Tengah Kelangkaan Chip

Sebagai gambaran, masa tunggu sejak pesanan dibuat ke produsen semikonduktor hingga pesanan diterima (lead time), memakan waktu hingga 17 minggu pada akhir April lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Itu merupakan waktu terlama yang pernah tercatat sejak 2017 lalu, menurut laporan Susquehanna Financial Group, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Phone Arena, Selasa (29/6/2021).

Di sisi lain, Gelsinger cukup bersyukur Intel memiliki pabrik chipset sendiri. Sehingga, perusahaan bisa menjaga permintaan chipset sendiri tanpa mengandalkan outsourcing.

Untuk diketahui, beberapa perusahaan teknologi besar seperti Apple, MediaTek, bahkan Qualcomm memang merancang chipset mereka.

Namun, untuk manufaktur, mereka menunjuk perusahaan ketiga sebagai outsourcing, seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Terlepas dari krisis yang masih dihadapi, Gelsinger memperkirakan bahwa permintaan chipset tidak akan berhenti dan justru kian tinggi.

Baca juga: Samsung Galaxy A52 dan A72 Dikabarkan Terimbas Kelangkaan Chip Global

Salah satu alasannya adalah mulai menjamurnya perangkat berbasis 5G. Gelsinger memperkirakan pertumbuhan permintaan chipset untuk smartphone 5G dan kendaraan listrik berbasis AI akan menguat dalam 10 tahun ke depan.

Pandangan Gelsinger ini agak berseberangan dengan para bos chipset lain. Salah satunya CEO Broadcom Inc, Hock Tan yang kurang yakin bahwa industri chipset bisa tumbuh di atas 5 persen secara tahunan.

Walaupun perusahaannya membukukan pendapatan yang naik 15 persen pada kuartal terakhir, Tan mengatakan bahwa industri chip adalah industri yang sudah matang, sehingga pertumbuhan akan kembali kisaran angka yang rendah.

Baca juga: Ramalan Suram soal Kelangkaan Chip dari Intel dan Logitech



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X