Bukan Hard Skill, Soft Skill Ini Penting agar Talenta Dilirik Google dkk

Kompas.com - 30/06/2021, 19:36 WIB
Ilustrasi ekonomi digital SHUTTERSTOCKIlustrasi ekonomi digital

KOMPAS.com - Talenta digital di bidang teknologi biasanya harus memiliki berbagai hard skill berdasarkan kemampuannya, seperti programming, web design, data science, dan lain sebagainya.

Namun, kemampuan karakter atau komunikasi (soft skill) juga disebut sama pentingnya dengan hard skill agar seorang talenta digital bisa bersaing dan mudah dilirik oleh perusahaan teknologi global, semacam Google, Facebook, dkk.

Hal ini disampaikan Herman Widjaja selaku CTO & SVP Engineering Tokopedia dalam konferensi virtual "Road to Start Summit 2021", Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Indonesia Kekurangan Talenta Digital, Kominfo Siapkan Beasiswa

"Banyak orang yang berfokus dengan hard skill mereka, padahal saat ini soft skill juga equally important," kata Herman kepada awak media.

CTO & SVP of Engineering Tokopedia - Herman Widjaja , dalam konferensi pers virtual Road to Start Summit 2021, Rabu (30/6/2021).KOMPAS.com/BILL CLINTEN CTO & SVP of Engineering Tokopedia - Herman Widjaja , dalam konferensi pers virtual Road to Start Summit 2021, Rabu (30/6/2021).

Salah satu soft skill yang dibutuhkan seorang talenta digital, menurut Herman, adalah rasa ingin tahu (curiosity).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mencontohkan bahwa di Tokopedia, seorang engineer harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan masalah yang sering dihadapi konsumen.

Dari sana, mereka bisa menggodok sebuah solusi dengan bantuan teknologi, supaya masalah yang ada bisa terselesaikan.

Baca juga: Talenta Data Scientist di Indonesia, Permintaan Tinggi Pasokan Kurang

"Sudah tidak zaman lagi sekarang seorang engineer menunggu (perintah) dari tim bisnis atau tim produk. Karena, hal ini tidak akan menciptakan hasil (solusi) yang relevan," jelas Herman.

Selain curiosity, Herman menjelaskan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), pemecahan masalah (problem solving), pemikiran untuk berkembang (growth mindset) hingga kepemimpinan (leadership) juga harus dimiliki oleh seorang talenta digital.

Meski demikian, berbagai soft skill tersebut, lanjut Herman, akan sia-sia apabila seseorang tak memiliki rasa empati, kebanggaan terhadap profesi atau bidang yang ia tekuni, serta nyali untuk menjajal berbagai hal baru.

"Kalau kita tidak punya boldness (keberanian) untuk try something new, kita tidak akan bisa membuat inovasi," pungkas Herman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X