Aplikasi Android Pengukur Saturasi Oksigen, Bisakah Diandalkan?

Kompas.com - 02/07/2021, 17:45 WIB
Ilustrasi aplikasi pengukur saturasi oksigen di Google Play Store. KOMPAS.com/ Galuh Putri RiyantoIlustrasi aplikasi pengukur saturasi oksigen di Google Play Store.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 masih terus berlanjut. Di Indonesia sendiri, kasus Covid-19 sedang meningkat, sehingga menyebabkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain di ambang kolaps.

Alhasil, pasien Covid-19 yang tidak bergejala berat kini diarahkan agar isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Selama isolasi mandiri ini, saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah menjadi salah satu hal yang vital yang perlu dipantau oleh pasien. Sebab, kondisi pasien yang memburuk kerap kali terjadi bersamaan dengan menurunnya saturasi oksigen.

Selain itu, dengan memantau saturasi oksigen, ini bisa menunjukkan ketika pasien memiliki masalah pernapasan yang serius, bahkan ketika sang pasien tidak mengalami sesak napas.

Baca juga: Smartwatch Bisa Cek Oksigen Darah untuk Deteksi Happy Hipoxia, Akuratkah?

Nah, saturasi oksigen ini bisa diukur menggunakan alat bernama oksimeter. Alat ini dapat mengukur kadar oksigen di dalam darah tubuh lewat ujung jari tangan. Cukup menempelkan ujung jari tangan, lalu sensor akan memindai saturasi oksigen dalam darah.

Oksimeter bisa dibeli secara mandiri dan dijual di beberapa e-commerce dengan harga ratusan hingga jutaan rupiah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sejumlah orang kerap memilih cara praktis untuk memantau kadar oksigen dalam darahnya, yakni menggunakan aplikasi oksimeter yang marak tersedia di smartphone Android dan iOS.

Lantas, apakah hasil pengukuran saturasi oksigen menggunakan aplikasi oksimeter di ponsel bisa dijadikan patokan?

Disclaimer dari aplikasi oksimeter

Patauan KompasTekno, aplikasi pengukur kadar oksigen dalam darah ini bisa ditemukan dengan mudah dan dalam jumlah yang banyak di toko aplikasi Google PlayStore.

Pengguna hanya perlu mengetik kata kunci "oksimeter" atau "oximeter fingerprint" untuk bisa menemukan berbagai macam aplikasi yang didesain untuk bisamengukur kadar oksigen dalam darah.

Baca juga: Arloji Pintar Galaxy Watch 3 Bisa Deteksi Kadar Oksigen Dalam Darah

Misalnya, ada aplikasi O2 Meter, Pulse Oximeter, dan lainnya. KompasTekno menjajal aplikasi O2 Meter yang dikembangkan oleh Animesh Jana. Aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 100.000 kali, dan mendapatkan rating 4.0.

Ketika dijajal, pengguna hanya perlu meletakkan jari telunjuk di kamera belakang ponsel. Kemudia klik "start" supaya aplikasi bisa mengukur saturasi pengguna melalui kamera tadi. Setelah menunggu beberapa saat, aplikasi akan memberikan hasil pengukuran saturasi dalam darah.

Ilustrasi hasil pengukuran saturasi oksigen menggunakan aplikasi O2 Meter.KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto Ilustrasi hasil pengukuran saturasi oksigen menggunakan aplikasi O2 Meter.
KompasTekno mencoba sebanyak dua kali mengukur saturasi oksigen dengan menggunakan jari telunjuk tangan kanan dan kiri. Keduanya memberikan hasil yang sama, yakni saturasi oksigen normal di rentang 99 persen.

Aplikasi O2 Meter ini tak hanya menyediakan pengukuran saturasi oksigen darah saja, melainkan juga pengukuran detak jantung, frekuensi pernapasan, tekanan darah, hingga semua tanda vital.

Halaman:


Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.