kolom

Satelit Satria Angkat Martabat 26,5 Juta Penduduk 3T

Kompas.com - 13/07/2021, 13:02 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

Transponder C-Band dan XC-Band satelit Telkom merambah hutan, samudera, kawasan perkotaan dan pedesaan, sementara Satria 1 hanya masuk ke 150.000 titik yang dituju dengan frekuensi Ka-Band yang lebih tinggi, 20 GHz – 30 GHz.

Hingga tahun 2023, kapasitas 150 GB kalau rata- rata digunakan selama 15 jam sehari, hanya akan mampu membagi sebesar 1,14 Gbps tiap pengguna tiap bulan, sangat kecil dibanding saudara-saudara mereka di kota yang bisa “makan” 50 Gbps.

Ketika satelit Satria 2a dan 2b diluncurkan tahun 2025 yang total kapasitasnya 300 Gbps, jatah tiap pengguna per bulan bisa naik sampai 2,29 Gbps, dan pada 2030, Satria 3 yang berkapasitas 500 Gbps akan membagi masing-masing pengguna 3,82 Gbps per bulan.

Kapasitas itu tidaklah akan cukup, apalagi lima tahun ke depan, kebutuhan digital manusia akan terus tumbuh yang kalau dituruti dan ada dana, tidak akan cukup dengan meluncurkan 20 satelit lagi. Akhirnya, sayangnya, namanya 3T akan tetap saja 3T, terluar, terdepan dan tertinggal.

Kenapa? Karena 150.000 titik itu bisa dikatakan, satu desa mungkin hanya masuk satu titik. Sementara desanya luas, sampai ke seberang sungai, seberang hutan atau seberang bukit.

Mereka yang ada di seberang inilah yang disebut tetap 3T, karena jangkauan BTS Bakti tidak bisa sampai batas desanya. Bukan hanya itu, jika pengguna yang tinggal dekat BTS Bakti mengakses video yang makan data banyak, tidak hanya yang di seberang, yang agak jauh sedikit dari BTS pun tidak akan kebagian jatah.

Namun, bagaimanapun, masuknya internet ke kawasan 3T akan mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat, menyetarakan ilmu para pelajar karena mereka bisa mengakses informasi dari mana saja seperti saudara-saudara mereka di perkotaan, dan dapat digunakannya teknologi pengobatan dari jauh, teledoctor, yang bisa meningkatkan kesehatan masyarakat, dan sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelebihan satu daerah 3T, misalnya potensi wisata, atau hasil bumi, kerajinan khas daerah, kreasi masyarakat, dibukakan pasarnya lewat internet, harkat dan martabat mereka pun terangkat. Orang tidak perlu ke kota untuk belajar, berobat, selain bisa menjajakan hasil produksi mereka hingga ke seluruh pelosok dunia.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.