Mal Ditutup karena PPKM Darurat, Tukang Servis HP "Buka Lapak" di Pinggir Jalan

Kompas.com - 14/07/2021, 12:01 WIB
Para tukang servis handphone yang semula di dalam PGC Cililitan, Jakarta Timur, kini menawarkan jasa mereka di pinggir jalan karena mal itu ditutup sementara saat PPKM Darurat berlaku. TRIBUN JAKARTA/NUR INDAH FARRAH AUDINAPara tukang servis handphone yang semula di dalam PGC Cililitan, Jakarta Timur, kini menawarkan jasa mereka di pinggir jalan karena mal itu ditutup sementara saat PPKM Darurat berlaku.

KOMPAS.com - Pemerintah menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sejak 3-20 Juli mendatang. Selama PPKM, mal atau pusat perbelanjaan harus ditutup.

Salah satu pusat perbelanjaan yang terdampak adalah Pusat Grosir Cililitan (PGC), yang terletak di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Akibatnya, sejumlah orang yang menawarkan jasa servis ponsel terpaksa harus turun jalan untuk jemput bola.

Dalam sebuah video yang diunggah akun @merekamjakarta, tampak beberapa orang berjajar di pinggiran jalan raya sekitar PGC.

"Berjuang untuk anak-anak saya dan keluarga, mati-matian saya," kata seseorang yang tidak disebutkan namanya.

Sambil berdiri, ia mengangkat sobekan karton bertulisan "Servis HP, Bisa Ditunggu" sambil berharap ada pengguna jalan yang lewat dan menyadari keberadaan mereka.

Aksi ini terpaksa mereka lakukan demi mengais nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang tetap harus dipenuhi di tengah pandemi.

"Buat mencukupi kebutuhan anak dan istri, apalagi sekolah, kebutuhan banyak, tolong diperhatiin deh pemerintah," pintanya dengan suara lantang, beradu dengan bisingnya kendaraan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mengenal Facebook Mobility, Google Traffic, dan Night Light NASA yang Dipakai Memantau Mobilitas Selama PPKM Darurat

Menurut informasi yang ditulis dalam takarir akun @merekamjakarta, para tukang servis HP (ponsel) ini biasanya "membuka lapak" dadakan mereka mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Hal ini sudah mereka lakukan mulai 3 Juli lalu, tepat pada hari pertama PPKM darurat diberlakukan.

Kebutuhan tidak hanya soal keluarga, tetapi mereka yang memiliki gerai di PGC juga harus memutar otak untuk tetap bisa membayar sewa tempat.

"Mereka tentu takut dengan virus Covid-19, tetapi jauh lebih takut tak bisa bayar uang indekos, sewa tempat di Mall PGC, kirim uang ke orangtua, tak makan, bahkan tak bisa menghidupi keluarga," tulis akun @merekamjakarta.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Jakarta Lewat Kamera (@merekamjakarta)

Apabila tidak ada pembatasan, gerai servis ponsel, gerai elektronik, ataupun gerai ponsel biasanya terpusat di lantai 3 PGC. Meskipun mal ditutup selama PPKM darurat, masih ada gerai yang diizinkan untuk beroperasi hingga pukul 20.00.

Adapun gerai-gerai yang dimaksud adalah yang masuk kategori menjual kebutuhan sehari-hari, seperti supermarket atau swalayan, apotek, toko obat, pusat ATM, dan kantor pelayanan perbankan. Restoran juga boleh dibuka, tetapi tidak diperbolehkan melayani makan di tempat.

Baca juga: Cara Aman Melaporkan Kantor yang Melanggar PPKM Darurat lewat Aplikasi JAKI



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X