Rekor Dunia, Kecepatan Internet Tembus 319 Terabit Per Detik

Kompas.com - 15/07/2021, 13:08 WIB
Ilustrasi kabel fiber optik. InterestingEngineeringIlustrasi kabel fiber optik.
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Peneliti gabungan dari National Institute of Information and Communications Technology (NICT) di Jepang memecahkan rekor dunia untuk kecepatan internet.

Dalam publikasi terbaru mereka yang dipamerkan di ajang International Conference on Optical Fiber Communications bulan lalu, disebutkan bahwa pengujian yang dilakukan menghasilkan kecepatan internet hingga 319 Tbps.

Angka tersebut lebih tinggi dari rekor kecepatan internet NICT sebelumnya yang mentok di 178 Tbps pada 2020 lalu.

Baca juga: Mengenal Jaringan Kabel Bawah Laut, Jalan Tol Internet Dunia

Rekor baru ini berkali-kali lipat lebih kencang dibanding kecepatan internet rumahan tercepat yang biasanya berada di angka 10 Gbps.

Berdasarkan penelitian NICT, pengujian kecepatan internet ini sebenarnya mengandalkan infrastruktur kabel optik sepanjang sekitar 3.000 km yang sudah ada.

Namun, mereka menggunakan sejumlah teknologi pendukung lainnya, salah satunya adalah kabel fiber optik yang terdiri dari empat inti (4-core) yang bisa mentransmisikan data dengan cepat dari kabel fiber optik satu inti (single-core).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan kabel optik tersebut, sinyal data bisa ditransmisikan di "jalur" yang terpisah secara bersamaan dengan metode yang dinamai wavelength-division multiplexing (WDM).

Untuk menambah data yang ditransmisikan dan juga jarak tempuhnya, para peneliti lantas menggunakan "pita frekuensi" yang jarang digunakan dengan metode amplifikasi kabel optik.

Baca juga: Daftar Negara dengan Kecepatan Internet 5G Terkencang

Meski kecepatan internet yang dihasilkan NICT menyentuh angka 319 Tbps dan terkesan "mustahil" untuk direalisasikan, teknologi yang dipakai sendiri disebut bisa diaplikasikan ke infrastruktur jaringan terkini. 

Sebab, teknologi kabel fiber optik 4-core tadi memiliki diameter yang sama dengan kabel fiber optik single-core, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari InterestingEngineering, Kamis (15/7/2021).

Sehingga, proses integrasi teknologi 4-core ke teknologi fiber optik yang sudah ada akan lebih sederhana, dibanding harus merombak atau meng-upgrade infrastruktur jaringan.

Dengan begitu, kecepatan internet bisa dibuat lebih ngebut dari sebelumnya dengan proses yang boleh jadi lebih cepat juga.

Baca juga: Adu Kencang Kecepatan Download Smartphone 5G, Siapa Juaranya?



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X