Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tambang Kripto China Bertumbangan, GPU di Indonesia Turun Harga?

Kompas.com - 16/07/2021, 08:46 WIB
Bill Clinten,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Upaya pemberantasan situs-situs "penambangan" mata uang kripto (cryptocurrency) di China turut memaksa miner menjual kartu pengolah grafis (GPU) yang tidak terpakai lagi. 

Walhasil, ratusan GPU mumpuni bekas dengan harga miring pun membanjiri e-commerce setempat.

Kartu grafis Nvidia GeForce RTX 3070, misalnya, dijual dengan kisaran harga 400 dolar AS (sekitar Rp 5,8 juta), lebih murah dibanding harga resmi yang dipatok 500 dolar AS (Rp sekitar Rp 7,2 juta).

Baca juga: Penambang Bitcoin di China Ramai-ramai Jual GPU dengan Harga Murah

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Apakah harga GPU di Tanah Air juga ikutan turun?

Pantauan KompasTekno di sejumlah e-commerce lokal, Kamis (15/7/2021), harga GPU kelas atas di Indonesia tampaknya masih sama dengan sebelumnya, alias masih mahal.

Untuk Nvidia GeForce RTX 3070 dan RTX 3070 Ti, misalnya, sejumlah toko daring masih menjual kedua kartu grafis tersebut di kisaran harga Rp 20 jutaan, tergantung vendor yang merancangnya. 

Harga Nvidia GeForce RTX 3070 dan 3070 Ti di situs web resmi dan di marketplace di Indonesia.KOMPAS.com/BILL CLINTEN Harga Nvidia GeForce RTX 3070 dan 3070 Ti di situs web resmi dan di marketplace di Indonesia.

Padahal, harga ritel resmi yang ditetapkan Nvidia Indonesia sendiri adalah mulai dari Rp 8,83 juta untuk RTX 3070 dan Rp 10,4 juta untuk RTX 3070 Ti. Apabila harganya berbeda, selisihnya biasanya tidak akan begitu besar.

Hal yang sama juga melanda GPU Nvidia RTX 3000 Series lainnya yang mengalami peningkatan harga sekitar 1,5 hingga 2 kali lipat dari harga resmi.

Tak hanya Nvidia, aneka GPU mumpuni bikinan AMD juga masih dijual di atas banderol resmi.

AMD Radeon RX 6700 XT, misalnya, dijual di kisaran harga Rp 14 jutaan, alih-alih harga resmi Rp 8,4 juta. Lalu, GPU RX 6800 XT dan RX 6900 XT juga masih dijual di kisaran harga Rp 20 jutaan dan Rp 30 jutaan.

Harga AMD Radeon RX 6000 Series di marketplace di Indonesia.KOMPAS.com/BILL CLINTEN Harga AMD Radeon RX 6000 Series di marketplace di Indonesia.

Baca juga: Tambang Bitcoin Bertumbangan di China, GPU Turun Harga

Harga GPU turun tapi harus borongan

Apabila dibandingkan dengan kondisi saat ini di China, wajar saja efek penurunan harga ini belum sampai ke Indonesia.

Pasalnya, penurunan harga di "Negeri Tirai Bambu" hanya melanda sejumlah GPU bekas yang sudah dipakai oleh para penambang mata uang kripto, bukan GPU baru.

Artinya, aneka GPU yang dijual miner ini kemungkinan besar pernah "dipaksa" menyala selama 24 jam tanpa henti karena bekas kegiatan penambangan. Sehingga, kondisinya bisa jadi akan berkurang drastis karena pemakaian ekstrem.

Selain itu, penurunan harga hanya berlaku untuk pembelian GPU borongan, bukan satuan. Berdasarkan laporan TomsHardware, banderol 400 dolar AS untuk Nvidia RTX 3070 second di hanya berlaku untuk pembelian minimal 100 unit.

Ada pula GPU GeForce RTX 3060 dan RTX 3060 Ti yang masing-masing dibanderol 293 dolar AS (sekitar Rp 4,2 juta) dan 370 dolar AS (sekitar Rp 5,3 juta), namun minimal pembeliannya harus 200 unit.

Baca juga: 6 Kartu Grafis Mahal Digasak Maling dari Warnet

Efek kelangkaan GPU

Terlepas dari apa yang terjadi di China, kelangkaan GPU, sebagai efek dari kelangkaan komponen semikonduktor dan para miner yang memborong GPU sebelumnya, juga masih melanda dunia saat ini.

Ilustrasi GPU AMD Radeon RX 6700 XT terpasang di motherboard.AMD Ilustrasi GPU AMD Radeon RX 6700 XT terpasang di motherboard.

Bahkan, Nvidia dan AMD kompak mengatakan bahwa stok kartu grafis buatan mereka masih akan terbatas di sepanjang tahun 2021.

"Untuk tahun ini (2021), (stok GPU) masih akan tetap sedikit dan kondisinya akan bergantung pada kondisi pasar pada 2022," ujar CEO AMD, Lisa Su dalam sebuah wawancara belum lama ini.

"Saya yakin permintaan (GPU) akan melebihi semua pasokan GPU kamu sepanjang tahun (2021)," jelas CEO Nvidia, Jenseng Huang, di wawancara terpisah akhir tahun lalu.

Lisa dan Jenseng mengungkap kelangkaan GPU ini disebabkan oleh permintaan yang membeludak dan melebihi ekspektasi atau target yang dipasang kedua perusahaan chip tersebut.

Sehingga, stok GPU menjadi terbatas karena tidak selaras dengan permintaan pasar.

Keterbatasan stok ini lantas membuat GPU langka di pasaran, memicu hukum ekonomi di mana para pedagang yang memiliki stok GPU anyar dan mumpuni yang sedikit meningkatkan harganya. 

Artinya, GPU dengan harga ritel resmi masih akan sulit didapatkan di pasaran, sama seperti kondisi di Indonesia saat ini.

Baca juga: Modus Penyelundupan Ratusan Prosesor Bernilai Rp 1,8 Miliar, Ditempel di Sekujur Badan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com