Riset: Bitcoin dkk Sudah Sulit Didapat Sebelum Diblokir China

Kompas.com - 18/07/2021, 18:12 WIB

Misalnya, Kazakhstan meningkat enam kali lipat, dari 1,4 persen pada September 2019, menjadi 8,2 persen pada April 2021.

Kinerja hash rate Amerika Serikat naik dari 4,1 persen menjadi 16,8 persen, pada periode yang sama.

Sementara Rusia dan Iran juga tampil menjadi negara terbesar keempat dan kelima sebagai penambangan Bitcoin, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: Harga Bitcoin dkk Anjlok Lagi, Apa Penyebabnya Kali Ini?

Harga Bitcoin terjun bebas

Akibat pelarangan yang diberlakukan pemerintah China dan kinerja hash rate global yang menurun, Bitcoin menjadi salah satu mata uang kripto yang paling terdampak. Harganya pun terjun bebas.

Menurut situs Coindesk, Bitcoin diperdagangkan dengan harga kisaran 31.000 dollar AS atau sekitar Rp 451 juta, pada Jumat siang.

Angka tersebut tak sampai setengah dari rekor nilai tertinggi Bitcoin sebesar lebih dari 64.000 dollar AS (sekitar Rp 921 juta) per keping yang tercatat pada April lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada akhir Mei lalu, harga Bitcoin bahkan anjlok drastis, di mana turun 30 persen dalam sehari hingga nyaris menyentuh angka 30.000 dollar AS (sekitar Rp 431 juta).

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.