Dituduh Bunuh Masyarakat, Facebook Sebut Presiden Biden Memutarbalikkan Fakta

Kompas.com - 19/07/2021, 09:05 WIB

Rosen juga mengatakan bahwa perusahaannya tidak bertanggungjawab atas kegagalan target vaksinasi pemerintah.

"Facebook bukanlah alasan target ini gagal dipenuhi," imbuh Rosen, dirangkum KompasTekno dari blog resmi Facebook.

Baca juga: Scammer Indonesia Curi Rp 875 MIliar dari Bansos Covid-19 Amerika

Pemerintah Amerika Serikat sendiri menargetkan 70 persen warga usia dewasa telah divanksinasi pada 4 Juli lalu, tepat di hari peringatan kemerdekaan AS.

Melansir CNBC, menurut Iwan Barankay, ekonom sekaligus profesor ekonomi bisnis dan kebijakan publik di Wharton School of the University of Pennsylvania, angka vaksinasi usia dewasa di AS masih di bawah 70 persen pada 4 Juli.

Barankay menjelaskan, mereka yang belum divaksin adalah orang-orang yang menentang keras vaksin atau sedang hidup dalam situasi rumit. Golongan ini tidak akan mempan diiming-imingi insentif jika mereka melakukan vaksin.

Menurut laporan Reuters, pemerintah AS juga belum bisa memenuhi target vaksinasi bagi dewasa berusia 18 tahun.

"Banyak anak muda Amerika merasa bahwa Covid-19 tidak akan berdampak pada mereka dan membuat mereka enggan untuk divaksin," kata penasihat senior Jeffrey Zients.

Kritik pada Facebook

Kritik terhadap media sosial sebelumnya disampaikan oleh Ahli Bedah Umum Amerika Serikat, Vivek Murthy. Murthy mengusulkan agar platform media sosial lebih tegas menindak akun yang terbukti menyebarkan misinformasi.

Baca juga: Masker Canggih Ini Bisa Deteksi Covid-19 Lewat Napas

Murthy menyebut, mesin algoritma yang merekomendasikan konten seperti yang muncul di Facebook News Feed, berkontribusi menyebarkan misinformasi.

"Mereka merancang fitur produk, seperti tombol 'like', yang memberikan kepuasan kami karena membagikan konten bermuatan emosi, bukan konten yang akurat," jelas Murthy, dirangkum dari The Verge, Senin (19/7/2021).

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.