Main Game PC di Konsol Portable Steam Deck, Apakah Lancar?

Kompas.com - 19/07/2021, 19:45 WIB
Ilustrasi platform Steam dan konsol Steam Deck. RuetirIlustrasi platform Steam dan konsol Steam Deck.

Menariknya, fungsi cloud save Steam juga berfungsi di Steam Deck. Jadi, pengguna bisa memainkan satu game di PC, lalu berhenti dan lanjut bermain di Steam Deck dari titik yang sama. Semua save game hingga mod ikut tersedia.

Karena pada dasarnya adalah sebuah "PC mini", Steam Deck pun bebas dioprek serta bisa dipasangi Windows jika diinginkan, juga toko-toko aplikasi lain semacam Epic Games Store, uPlay, dan Origin.

Baca juga: Dari Handheld, Konsol Game Steam Deck Bisa Disulap Jadi PC Windows

"Steam Deck adalah PC dan pemain bisa meng-install apapun yang mereka mau," tegas Valve dalam laman tanya jawab soal konsol tersebut.

Walaupun begitu, IGN mencatat bahwa Steam OS dan toko game Steam sebenarnya sudah berfungsi cukup baik dan mulus dalam menjalankan Steam Deck sebagai konsol game maupun komputer desktop, sehingga pengguna mungkin tak perlu repot mengutak-atik.

Mirip PS5, tapi beda

Seperti PS5, Steam Deck menggunakan CPU AMD dengan arsitektur "Zen 2" dan pengolah grafis (GPU) AMD RDNA 2, serta RAM 16 GB. Hanya saja, jumlah inti (core) CPU yang aktif pada konsol ini hanya empat buah, alih-alih delapan seperti pada PS5.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk media penyimpanan, Valve menawarkan tiga versi Steam Deck, yakni yang dibekali storage eMMC 64 GB serta SSD NVMe 256 GB dan 512 GB. Bedanya terletak di jenis storate (eMMC dan SSD) dan kapasitas. Di luar itu, spesifikasi ketiga versi Steam Deck persis sama.

Versi 64 GB yang dijual paling murah seharga 399 dollar AS (Rp 5,8 juta) agaknya bakal kesulitan menangani aneka game PC terkini yang ukurannya bisa sangat besar. Control dan Star Wars Jedi: Fallen Order tadi misalnya, masing-masing berukuran 42 GB dan 55 GB.

Baca juga: AMD Bikin PlayStation 5 Versi PC

Sementara itu, dua versi lainnya dihargai lebih mahal, yakni 529 dollar AS (Rp 7,7 juta) untuk versi 256 GB, dan 649 dollar AS (Rp 9,4 juta) untuk versi 512 GB. Ketiga versi Steam Deck menyediakan slot microSD (UHS-I) untuk ekspansi strorage.

Steam Deck turut dibekali baterai berkapasitas 40 watt-hour yang diklaim bisa bertahan antara 2-8 jam, tergantung game yang dimainkan dan kualitas grafisnya.

Sebagaiman dihimpun KompasTekno dari IGN Southeast Asia, Senin (19/7/2021), Valve mengklaim bahwa daya tahan Steam Deck bisa mencapai kisaran 5-6 jam jika frame rate dibatasi hanya 30 fps saja. Video hands-on Steam Deck oleh IGN bisa dilihat di tautan berikut.

Steam Deck rencananya akan mulai dipasarkan pada Desember 2021 mendatang. Pemesanannya sudah dibuka untuk wilayah AS, Kanada, Inggris, dan Eropa. Informasi ketersediaan untuk wilayah lain masih belum diungkap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.