Main Game PC di Konsol Portable Steam Deck, Apakah Lancar?

Kompas.com - 19/07/2021, 19:45 WIB
Ilustrasi Steam Deck. PCGamerIlustrasi Steam Deck.

KOMPAS.com - Steam Deck sukses memancing rasa penasaran gamer di seluruh dunia. Setelah diperkenalkan menjelang akhir pekan ini, konsol game handheld dari Valve tersebut diserbu peminat yang ingin memesannya.

Wajar saja, Steam Deck tak ubahnya PC mini yang bisa dibawa-bawa dan dibekali jeroan PS5 yang dipangkas dengan daya komputasi sebesar 2 teralops. Tenaganya kira-kira setara dengan PS4. Apakah sudah cukup untuk menjalankan aneka game PC dengan lancar?

Baca juga: Steam Deck Resmi, Konsol Mirip Nintendo Switch dengan Spek Setara PC

IGN Southeast Asia sempat menjajal konsol portable Steam Deck (versi non-final) untuk memainkan sejumlah judul game PC populer, termasuk Control, Star Wars Jedi: Fallen Order, Doom Eternal, hingga Hades.

Lancar di 720p

Dari pengamatannya, IGN menyimpulkan bahwa Steam Deck bisa menjalankan game PC terkini di setting  grafis "medium hingga high" dengan frame rate yang relatif lancar, meski tidak disebutkan berapa fps yang didapat.

Dalam hal ini Steam Deck terbantu dengan resolusi layarnya yang sebesar 1.280 x 800 (16:10, 60 Hz) dengan diagonal 7 inci, kira-kira setara dengan layar 720p milik Nintendo Switch versi OLED.

Kendali game dilakukan dengan sepasang stik analog dan trackpad, D-pad, empat tombol XYZA, serta empat tombol trigger di sisi kanan dan kiri layar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Membandingkan Steam Deck Vs Nintendo Switch, Mirip tapi Beda

Kalau ingin tampilan lebih besar, pengguna Steam Deck bisa menyambungkannya ke monitor eksternal serta keyboard dan mouse dengan menggunakan konektor USB tipe C yang tersedia, berikut USB hub atau Bluetooth.

Perangkat ini pun bisa disulap menjadi layaknya komputer desktop. Antarmuka dalam mode desktop ikut berubah sehingga menjadi mirip Windows di PC konvensional, serta tetap bisa menjalankan game.

Steam Deck mendukung output display hingga 4K 120 Hz atau 8K 60 Hz, meskipun kinerjanya dalam menjalankan game di resolusi setinggi itu masih belum jelas.

Dukung cloud save dan bisa dipasangi Windows

Sistem operasi Steam Deck sendiri adalah Steam OS berbasis Arch Linux yang bisa menjalankan game PC (Windows) dengan bantuan Proton sebagai compatibility layer. Game dapat diperoleh dari toko Steam besutan Valve.

Menariknya, fungsi cloud save Steam juga berfungsi di Steam Deck. Jadi, pengguna bisa memainkan satu game di PC, lalu berhenti dan lanjut bermain di Steam Deck dari titik yang sama. Semua save game hingga mod ikut tersedia.

Ilustrasi platform Steam dan konsol Steam Deck.Ruetir Ilustrasi platform Steam dan konsol Steam Deck.

Karena pada dasarnya adalah sebuah "PC mini", Steam Deck pun bebas dioprek serta bisa dipasangi Windows jika diinginkan, juga toko-toko aplikasi lain semacam Epic Games Store, uPlay, dan Origin.

Baca juga: Dari Handheld, Konsol Game Steam Deck Bisa Disulap Jadi PC Windows

"Steam Deck adalah PC dan pemain bisa meng-install apapun yang mereka mau," tegas Valve dalam laman tanya jawab soal konsol tersebut.

Walaupun begitu, IGN mencatat bahwa Steam OS dan toko game Steam sebenarnya sudah berfungsi cukup baik dan mulus dalam menjalankan Steam Deck sebagai konsol game maupun komputer desktop, sehingga pengguna mungkin tak perlu repot mengutak-atik.

Mirip PS5, tapi beda

Seperti PS5, Steam Deck menggunakan CPU AMD dengan arsitektur "Zen 2" dan pengolah grafis (GPU) AMD RDNA 2, serta RAM 16 GB. Hanya saja, jumlah inti (core) CPU yang aktif pada konsol ini hanya empat buah, alih-alih delapan seperti pada PS5.

Untuk media penyimpanan, Valve menawarkan tiga versi Steam Deck, yakni yang dibekali storage eMMC 64 GB serta SSD NVMe 256 GB dan 512 GB. Bedanya terletak di jenis storate (eMMC dan SSD) dan kapasitas. Di luar itu, spesifikasi ketiga versi Steam Deck persis sama.

Versi 64 GB yang dijual paling murah seharga 399 dollar AS (Rp 5,8 juta) agaknya bakal kesulitan menangani aneka game PC terkini yang ukurannya bisa sangat besar. Control dan Star Wars Jedi: Fallen Order tadi misalnya, masing-masing berukuran 42 GB dan 55 GB.

Baca juga: AMD Bikin PlayStation 5 Versi PC

Sementara itu, dua versi lainnya dihargai lebih mahal, yakni 529 dollar AS (Rp 7,7 juta) untuk versi 256 GB, dan 649 dollar AS (Rp 9,4 juta) untuk versi 512 GB. Ketiga versi Steam Deck menyediakan slot microSD (UHS-I) untuk ekspansi strorage.

Steam Deck turut dibekali baterai berkapasitas 40 watt-hour yang diklaim bisa bertahan antara 2-8 jam, tergantung game yang dimainkan dan kualitas grafisnya.

Sebagaiman dihimpun KompasTekno dari IGN Southeast Asia, Senin (19/7/2021), Valve mengklaim bahwa daya tahan Steam Deck bisa mencapai kisaran 5-6 jam jika frame rate dibatasi hanya 30 fps saja. Video hands-on Steam Deck oleh IGN bisa dilihat di tautan berikut.

Steam Deck rencananya akan mulai dipasarkan pada Desember 2021 mendatang. Pemesanannya sudah dibuka untuk wilayah AS, Kanada, Inggris, dan Eropa. Informasi ketersediaan untuk wilayah lain masih belum diungkap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.