Spyware Pegasus Serang Pejabat di Negara Sekutu AS

Kompas.com - 26/07/2021, 17:10 WIB
Penulis Bill Clinten
|

NSO Group juga mengatakan mereka tidak mengetahui penggunaan Pegasus oleh masing-masing klien.

Baca juga: Presiden Perancis Ganti Ponsel karena Spyware Pegasus

Selain langkah hukum, Cathcart mengatakan pihaknya saat ini terus melakukan pendekatan kepada pemerintah di sejumlah negara terkait bahaya dari spyware Pegasus.

Ia juga mengajak perusahaan teknologi, salah satunya Apple untuk memperkenalkan efek dari program berbahaya (malware) dan spyware sekelas Pegasus. Seperti diketahui, iPhone sendiri konon rentan terhadap spyware tersebut.

"Jika Pegasus menjangkit para jurnalis di seluruh dunia, maka spyware tersebut menjangkit para pembela hak asasi manusia di seluruh dunia, yang tentunya akan berpengaruh pada kita semua," ujar Cathcart, sebagaimana dikutip KompasTekno dari TheGuardian, Senin (26/7/2021),

"Dan apabila ponsel seseorang tidak aman, itu artinya semua ponsel tidak aman," pungkas Cathcart.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.