Facebook dan YouTube Dituding Sebarkan Misinformasi Vaksin Covid-19

Kompas.com - 27/07/2021, 07:08 WIB

Data spesifik yang dimaksud di antaranya adalah berapa jumlah misinformasi yang tersebar di platform mereka, siapa saja yang melihat klaim tidak akurat, apa saja yang sudah dilakukan perusahaan untuk menangkal misinformasi, dan bagaimana Facebook mengukur keberhasilan langkah mereka.

Juru bicara Facebook, Kevin McAlister, mengklaim perusahaan telah memberangus lebih dari 18 juta misinformasi terkait Covid-19 sejak pandemi menghantam dunia pada awal 2020.

Facebook juga sesumbar keraguan pengguna Facebook terhadap vaksin menurun hingga 50 persen sejak bulan Januari dan penerimaan akan vaksin kini sudah meningkat.

Ketika Biden menyebut Facebok dkk sebagai "pembunuh" karena misinformasi vaksin, Facebook mengatakan bahwa pemerintah justru memutarbalikkan fakta.

Baca juga: Dituduh Bunuh Masyarakat, Facebook Sebut Presiden Biden Memutarbalikkan Fakta

Facebook juga meminta agar pemerintah AS tidak asal menuduh mengenai melesetnya target vaksin 4 Juli lalu.

Dalam blog resmi Facebook, Guy Rosen, Vice President of Integrity Facebook, menjabarkan langkah-langkah yang telah mereka ambil untuk menangkal misinformasi vaksin. Tapi menurut Gedung Putih, Facebook tidak menyebutkan metrik keberhasilannya.

Belakangan, Biden meluruskan pernyataan awalnya yang menyebut Facebook dkk sebagai pembunuh.

"Facebook bukan membunuh orang, 12 orang (akun anti-vaksin) memberikan misinformasi. Semua orang yang mendengarkannya, tersakiti oleh informasi itu. Hal itu yang membunuh orang. Itu adalah informasi yang buruk," kata Biden dalam sebuah wawancara, melansir dari CNN.

Presiden AS ke-46 itu berharap Facebook tidak menangkap pernyataan awalnya secara pribadi dan lebih bekerja keras menangkal misinformasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.