Hati-hati, Ada Windows 11 Palsu yang Berisi Malware

Kompas.com - 27/07/2021, 18:10 WIB
Ilustrasi tampilan Windows 11. KOMPAS.com/BILL CLINTENIlustrasi tampilan Windows 11.

KOMPAS.com - Microsoft memperkenalkan Windows 11 pada akhir Juni lalu. Sistem operasi anyar ini baru akan didistribusikan secara resmi pada akhir 2021 mendatang.

Meski belum dirilis resmi, Windows 11 versi preview sebenarnya sudah bisa dijajal pengguna. Caranya ialah dengan mendaftar dalam Windows Insider Program.

Namun, ada sejumlah pengguna yang bandel mengunduh Windows 11 versi preview dari sumber yang tak resmi.

Hal ini pun akhirnya dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk mendistribusikan Windows 11 preview palsu yang berisi software berbahaya.

Setidaknya begitulah yang ditemukan oleh perusahaan keamanan Kaspersky, baru-baru ini.

Melalui halaman resminya, Kaspersky melaporkan, Windows 11 preview palsu yang diunduh dari sumber tak resmi turut berisi file executable (.exe) bernama "86307_windows 11 build 21996.1 x64 + activator.exe" berukuran 1,75 GB.

Baca juga: Windows 11 Berhasil Diinstal di Smartphone, Begini Tampilannya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika dijalankan, proses instalasi pun dimulai seperti biasa. Namun setelah itu, file ini akan mengunduh dan menjalankan file executable lainnya.

Tampilan jendela perjanjian palsu Windows 11 preview (kiri) dan tampilan program berbahaya yang berhasil ter-install di perangkat (kanan).Kaspersky Tampilan jendela perjanjian palsu Windows 11 preview (kiri) dan tampilan program berbahaya yang berhasil ter-install di perangkat (kanan).
Di file yang kedua, menurut Kaspersky, pengguna diarahkan untuk menginstal download manager dari Windows 11 preview palsu itu.

Pada proses ini, pengguna akan disajikan pemberitahuan lisensi Windows 11. Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan bahwa "dowload manager untuk 86307_windows 11 build 21996.1 x64 + aktivator dibundel dengan penawaran tambahan dari sponsor kami".

Dengan cara ini, pelaku merancang agar perangkat lunak jahat seperti adware dan malware dapat terpasang di komputer pengguna tanpa disadari korbannya.

"Program itu bisa sangat beragam, mulai dari adware yang relatif tidak berbahaya, pencuri kata sandi, Trojan, hingga malware lainnya," tulis Kaspersky, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs resmi Kaspersky, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Microsoft Umumkan Windows 365, Layanan Streaming OS via Cloud

Karena ada beragam malware yang mengintai, Kaspersky menyarankan agar pengguna meng-install Windows 11 dari sumber resmi alias dari program Windows Insider Program saja.

Selengkapnya, pengguna bisa melihat syarat dan cara meng-install Windows 11 preview resmi melalui tautan berikut.



Sumber Kaspersky
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.