Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berapa Jarak Ideal antara Mata dan Layar Smartphone?

Kompas.com - 07/08/2021, 11:11 WIB
Wahyunanda Kusuma Pertiwi,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Penelitian ini juga mengungkap jarak antara mata dan layar ketika duduk rata-rata 36,1 cm dan sedikit lebih jauh ketika berdiri, yakni 36,8 cm.

Baca juga: 5 Besar Pabrikan Smartphone Global di Kuartal-II 2021

Bagi kelompok usia non-presbiopi, jarak pandang mata ke layar rata-rata 35 cm dan bagi usia presbiopi jaraknya sedikit lebih jauh, yakni sekitar 39 cm.

Hasil penelitian itu lebih kurang mirip dengan rekomendasi jarak ideal mata ke layar smartphone.

Aturan 20-20-20

Beberapa peneliti menyarankan untuk mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit sekali, dengan melihat obyek yang jaraknya sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
Melempar pandangan sejenak diyakini bisa membantu ketegangan mata.

Atur tingkat kecerahan layar

Kurangi tingkat kecerahan jika berada di ruangan cukup cahaya. Begitu pula jika berada di ruangan minim cahaya, naikkan sedikit tingkat kecerahan agar mata mudah melihat layar.

Umumnya, ponsel dibekali fitur adaptasi tingkat kecerahan otomatis, di mana tingkat kecerahan layar akan menyesuaikan dengan kondisi sekitar.

Hindari menatap ponsel di bawah terik matahari

Sering melihat layar ponsel di bawah terik matahari dalam waktu lama? Sebaiknya kebiasaan itu dikurangi, karena bisa menyulitkan mata melihat layar dan membuat mata menjadi lelah.

Atur ukuran huruf

Hal ini bisa dilakukan agar pengguna lebih mudah dalam membaca ataupun mengetikkan teks di ponsel.

Seringlah berkedip

Jangan sepelekan berkedip. Sebab, berkedip menyehatkan mata karena membersihkan permukaan mata dari partikel debu.

Ketika berkedip, mata akan mengeluarkan cairan untuk membersihkan sekaligus membuat mata lebih segar.

Baca juga: Indonesia Peringkat 2 Dunia Terlama Buka Aplikasi di Smartphone

Gunakan kacamata anti-radiasi

Tidak ada salahnya menggunakan kacamata anti-radiasi untuk melindungi mata dari paparan cahaya biru yang dipancarkan perangkat digital.

Meskipun demikian, efektivitas kacamata anti-radiasi ini tergantung si pemakai, menurut Dr Anshel, melansir dari Lifehacker.

Beberapa faktor yang memengaruhi efektivitasnya adalah kemampuan visual pengguna, penggunaan komputer, kondisi lingkungan kerja, dan kebiasaan melihat dari di pemakai.

Apabila pemakai tidak memiliki masalah mata sebelumnya, kacamata radiasi belum begitu dibutuhkan. Namun, bagi yang mengalami masalah pada mata, tidak ada salahnya menggunakan kacamata anti-radiasi.

Sebelum memilih kacamata anti-radiasi yang cocok, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter mata.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com