Facebook Disebut Cari Celah Intip Pesan WhatsApp

Kompas.com - 09/08/2021, 06:38 WIB
Ilustrasi Facebook, Instagram, WhatsApp businessinsider.comIlustrasi Facebook, Instagram, WhatsApp

KOMPAS.com - WhatsApp kerap mengatakan bahwa pesan yang dikirim penggunanya, dilindungi oleh sistem keamanan enkripsi dari ujung ke ujung atau end-to-end encryption.

Sistem itu diklaim akan melindungi pesan agar tidak bisa diintip pihak ketiga manapun, termasuk internal WhatsApp sendiri, sehingga, pesan hanya bisa dibuka dan dibaca oleh pengirim dan penerima saja.

Namun, rumor menyebut induk perusahaan WhatsApp, Facebook ingin mencari cara untuk "mengintip" pesan WhatsApp yang sudah terlindungi sistem enkripsi tanpa harus merusak sistem keamanan.

Kabar ini diungkap oleh media The Information, yang menyebut bahwa Facebook sedang membentuk tim peneliti kecerdasan buatan, termasuk merekrut orang dari Microsoft.

Tim tersebut kabarnya akan bertugas untuk mencari cara baru untuk menganalisis data yang terenkripsi tanpa harus melakukan dekripsi (mengurai) data.

Baca juga: Tanda-tanda Nomor WhatsApp Anda Diblokir oleh Pengguna Lain

Facebook disebut telah mengonfirmasi adanya tim itu. Menurut beberapa pihak, penelitian ini akan memungkinkan Facebook menargetkan iklan berdasarkan pesan terenkripsi di WhatsApp.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, penilaian itu masih terlalu dini karena belum diketahui bagaimana hasil risetnya.

Apabila asumsi itu benar di masa yang akan datang, citra Facebook dan anak-anak perusahaannya akan semakin dipertanyakan, terutama soal isu privasi. Sebab dalam beberapa tahun terakhir, Facebook Inc kerap diterpa isu privasi.

Data terenkripsi ibarat tambang emas yang menarik untuk digali lebih dalam. Sebab, data tersebut memiliki potensi bisnis sangat besar. Seperti diketahui, beberapa perusahaan teknologi seperti Facebook dan Google, bertumpu pada bisnis iklan.

Selain Facebook, beberapa perusahaan teknologi besar, seperti Microsoft, Amazon, dan Google kabarnya sedang membuat penelitan untuk meriset bidang baru yang disebut enkripsi homorfik, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Slash Gear, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Fitur Sembunyikan Chat WhatsApp Tanpa Blokir Kontak Resmi Dirilis

Teknologi itu kurang lebih adalah sebuah "alat" yang memungkinkan para raksasa teknologi menganalisis informasi pribadi, termasuk catatan medis dan data keuangan tanpa harus mengurai data.

Sehingga, data akan tetap terlindungi sistem enkripsi dan aman dari ancaman siber maupun kasus kebocoran data. Keberhasilan rencana itu akan bergantung pada bagaimana kesukesan riset dilakukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.