Teknologi Cloud Disebut Bisa Kurangi Emisi Karbon hingga 78 Persen

Kompas.com - 09/08/2021, 16:02 WIB

AWS sendiri dikatakan Ken Haig, saat ini tengah berupaya keras dalam pengadaan energi yang 100 persen terbarukan untuk mendukung seluruh kebutuhan energi di tahun 2030.

Salah satu upayanya adalah dengan menjalin kolaborasi dengan Vector, perusahaan energi terbesar di Selandia Baru, dalam membangun New Energy Platform (NEP).

NEP yang dibangun AWS merupakan solusi analitik berbasis Internet of Things bagi industri energi dan didayai oleh teknologi AWS untuk membantu menghadirkan opsi-opsi energi yang dapat diandalkan, terjangkau dan bersih.

Dampak negatif

Jejak karbon mencakup emisi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil di pabrik, pemanas, transportasi, serta emisi yang diperlukan untuk menghasilkan listrik yang terkait dengan barang dan jasa yang dikonsumsi.

Menurut keterangan di laman Zero Waste Indonesia, jejak karbon dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan, seperti kekeringan, berkurangnya sumber air bersih, cuaca ekstrem, bencana alam, dan lain-lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.