Mengenal YoWhatsApp, Kelebihan dan Risiko Menggunakan Mod Ini

Kompas.com - 10/08/2021, 16:05 WIB
Ilustrasi Whatsapp ShutterstockIlustrasi Whatsapp

KOMPAS.com - WhatsApp menjadi salah satu aplikasi perpesanan instan paling populer di dunia. Fitur-fiturnya pun semakin lama semakin lengkap dengan hadirnya sejumlah kemampuan baru.

Meski demikian, masih ada sejumlah pengguna yang merasa kurang puas dengan layanan yang ada, sehingga beralih menggunakan aplikasi WhatsApp modifikasi (WhatsApp Mod) yang dinilai menyadiakan fitur lebih banyak, atau mengakali batasan yang ada.

Mereka pun menggunakan WhatsApp GB atau WhatsApp Plus. Belakangan ini, nama aplikasi YoWhatsApp juga ikut ramai dibicarakan di ruang maya. Lalu, apa itu YoWhatsApp?

Baca juga: Apa Itu WhatsApp GB yang Ramai Dibicarakan di Twitter?

Seperti WhatsApp GB dan WhatsApp Plus, YoWhatsApp adalah aplikasi WhatsApp yang dikembangkan oleh pihak ketiga, alias bukan aplikasi resmi dari pihak WhatsApp.

Menurut laman YoWhatsApp atau yang juga disebut sebagai YoWA, awalnya dikembangkan oleh Yousef Al-Basha. Namun karena satu dan lain hal, saat ini, pengembangan aplikasi WhatsApp modifikasi itu diambil alih oleh Fouad Mokdad.

Fouad Mokdad sendiri diketahui juga mengembangkan aplikasi WhatsApp Mod lainnya, bernama FMWhatsApp.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena tidak resmi, pengguna tidak akan menemukan aplikasi YoWhatsApp di toko aplikasi Google Play Store, ataupun Apple App Store. Pengguna hanya bisa mengunduh YoWhatsApp lewat file APK dari situs pengembangnya saja.

Berdasarkan informasi di laman YoWhatsApp, saat ini aplikasi tersebut sudah memasuki versi 8.86 dengan update terakhir pada 30 April 2021.

YoWhatsApp  diklaim sudah diunduh sebanyak lebih dari 13,8 juta kali. Lantas apa yang membuat YoWhatsApp istimewa dan banyak diunduh?

Kelebihan YoWhatsApp

YoWhatsApp sendiri menawarkan setidaknya delapan fitur unggulan. Beberapa di antaranya memang absen pada aplikasi WhatsApp versi resmi.

Pertama, mengubah tema. Selama ini, WhatsApp versi resmi memang hanya memiliki satu tema default berwarna hijau yang menjadi ciri khasnya. Di YoWhatsApp, pengguna bisa mengubah tema default hijau itu dengan warna lainnya.

Baca juga: Apa Itu PM, PC, VC, VN, dan TC yang Sering Dipakai di Obrolan WhatsApp?

Kedua, mengirim video lebih panjang. Sejauh ini, pengguna WhatsApp resmi hanya bisa mengirimkan video dengan ukuran maksimal 100 MB. Sementara di aplikasi YoWhatsApp, pengguna disebut bisa mengirim video hingga 700 MB.

Ketiga, YoWA menyediakan kunci aplikasi (lock app) bawaan dengan PIN, pola, atau fingerprint. Ini membuat pengguna tak perlu repot mengunduh lock app pihak ketiga untuk mengamankan chat di aplikasi WhatsApp miliknya.

Ilustrasi YoWhatsApp.Ist Ilustrasi YoWhatsApp.

Keempat, sembunyikan status online. Aplikasi YoWA menawarkan fitur bernama freeze last seen. Fitur ini memungkinkan pengguna berhenti menampilkan informasi terkait waktu kapan terakhir kali pengguna online, atau membuka WhatsApp miliknya.

Kelima, tawarkan privasi khusus lainnya. Misalnya, pengguna bisa menyembunyikan tanda dua centang (pesan terkirim) dan dua centang biru (pesan sudah dibaca).

Keenam, aplikasi ganda. Pengguna bisa menggunakan dua akun berbeda di satu ponsel yang sama. Sebenarnya, WhatsApp versi resmi di sejumlah ponsel Android juga memiliki fitur ini.

Ketujuh, YoWhatsApp tidak memerlukan rooting pada ponsel. Kebanyakan aplikasi WhatsApp modifikasi mengharuskan proses rooting dilakukan pada ponsel, agar aplikasi bisa berjalan mulus.

Kedelapan, YoWA disebut memiliki emoji bawaan yang lebih beragam dan pengguna bisa dengan mudah mengunduh paket emoji di situs YoWhatsApp.

Fitur lainnya termasuk bisa mengirim video GIF hingga 30 detik, pin 1.000 chat, sembunyikan nama kontak, fitur anti-delete chat maupun story, dan lainnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs YoWA Yousef, Selasa (10/8/2021).

Risiko menggunakan YoWhatsApp

Meski menawarkan beberapa layanan yang absen pada aplikasi versi resmi, sebenarnya aplikasi WhatsApp modifikasi seperti YoWhatsApp ini juga memiliki beberapa risiko bagi penggunanya.

ilustrasi WhatsApp userslashgear.com ilustrasi WhatsApp user

1. Akun bisa diblokir permanen

Pihak WhatsApp sendiri sudah mengetahui keberadaan sejumlah aplikasi WhatsApp modifikasi ini, dan menyadari bahwa sejumlah penggunanya telah menggunakan versi WhatsApp yang tak resmi itu.

Untuk itu, WhatsApp dengan tegas mengatakan bahwa aplikasi WhatsApp modifikasi yang dikembangkan oleh pihak ketiga itu tidak resmi dan melanggar Ketentuan Layanan WhatsApp.

Di laman FAQ resmi, WhatsApp juga mengancam pengguna yang bandel menggunakan aplikasi WhatsApp Mod seperti WhatsApp GB dan WhatsApp Plus, bakal diblokir secara bertahap. Mulai pemblokiran sementara hingga permanen.

Meski nama aplikasi YoWhatsApp tak disebutkan di laman FAQ tersebut, pengguna yang menggunakan YoWhatsApp tetap berpotensi untuk diblokir. Mengingat aplikasi tersebut juga merupakan WhatsApp modifikasi.

2. Percakapan rentan diintip

Alasan WhatsApp melarang penggunaan WhatsApp modifikasi ialah karena keamanannya yang tak terjamin.

Baca juga: Facebook Disebut Cari Celah Intip Pesan WhatsApp

Selama ini, WhatsApp selalu mengedepankan fitur keamanan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end) pada seluruh percakapan pengguna di WhatsApp.

Dengan adanya fitur enkripsi ujung-ke-ujung itu, seluruh percakapan pengguna di WhatsApp disebutkan tak akan bisa diintip oleh pihak lain, termasuk oleh pihak WhatsApp sendiri.

Nah, di laman FAQ, WhatsApp mengatakan tidak mendukung aplikasi pihak ketiga ini karena pihaknya tidak dapat memvalidasi praktik keamanannya.

3. Ancaman malware

Risiko lain bila menggunakan WhatsApp modifikasi seperti YoWhatsApp ini ialah ancaman aplikasi disusupi atau ditanami software berbahaya (malware).

Dirangkum KompasTekno dari Tech Maish, WhatsApp GB lebih berisiko membawa malware dan spyware. Pasalnya, pengguna harus mengunduh aplikasi melalui file APK di situs tertentu, bukan melalui toko aplikasi resmi.

Situs tempat pengguna mengunduh file APK WhatsApp Mod ini kemungkinan bisa menanamkan malware pada file APK tersebut.

Apabila malware yang ditanamkan berjenis spyware, maka aplikasi bisa sekaligus mencuri data milik pengguna di ponsel tersebut, seperti mencuri kata sandi, PIN, percakapan pengguna, e-mail, dan lainnya.

Baca juga: Apa Itu Malware dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ini berbeda bila pengguna mengunduh aplikasi WhatsApp resmi di toko aplikasi, seperti di Google Play Store misalnya. Di toko aplikasi ponsel Android itu, Google secara khusus menghadirkan teknologi bernama Google Play Protect.

Teknologi ini berperan untuk melakukan pemindaian atau scanning pada seluruh aplikasi yang ada di toko aplikasi Google Play Store, terkait kemungkinan adanya malware atau masalah lainnya.

Menurut Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, Google Play Protect melakukan scanning terhadap 100 miliar aplikasi yang ada di toko aplikasi, setiap harinya.

Itu dia kelebihan dan risiko bila menggunakan WhatsApp modifikasi seperti YoWhatsApp. Kalian tetap ingin menggunakan WhatsApp modifikasi?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.