Pencurian Kripto Terbesar, Hacker Gasak Rp 8 Triliun Kembalikan Rp 3 Triliun

Kompas.com - 12/08/2021, 12:32 WIB
Ilustrasi mata uang kripto. SHUTTERSTOCKIlustrasi mata uang kripto.

KOMPAS.com - Seorang hacker dilaporkan berhasil mencuri aset kripto senilai sekitar 613 juta dollar AS (setara Rp 8,7 triliun) dari platform cryptocurrency Poly Network, baru-baru ini.

Poly Network yang merupakan decentralized finance platform (DeFi), atau platform keuangan terdesentralisasi itu, telah mengumumkan insiden pembobolan itu melalui akun Twitter resminya, dengan handle @PolyNetwork2.

"Pemberitahuan Penting: Kami minta maaf untuk mengumumkan bahwa #PolyNetwork diserang pada @BinanceChain, @ethereum, dan @0xPolygon. Aset telah ditransfer ke alamat peretas," demikian twit @PolyNetwork.

Baca juga: Hacker Sandera Data Saudi Aramco, Minta Tebusan Rp 700 Miliar

Di Twitter, perusahaan juga mengunggah sebuah surat terbuka untuk hacker. Isinya, Poly Network mendesak hacker untuk mengembalikan aset kripto yang sudah diretasnya.

Jika tidak, perusahaan akan mengambil jalur hukum dan hacker bisa diringkus oleh aparat penegak hukum.

Poly Network juga mengatakan, insiden pencurian kripto yang dilakukan hacker kali ini merupakan yang terbesar dalam sejarah platform keuangan terdesentralisasi (DeFI).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut hasil investigasi awal, Poly Network mengatakan kerentanan adalah biang masal dari insiden pencurian kripto terbesar ini.

Baca juga: Pencipta Ethereum Buka Suara soal Anjloknya Harga Mata Uang Kripto

"Setelah penyelidikan awal, kami menemukan penyebab kerentanan. Peretas mengeksploitasi kerentanan antara panggilan kontrak. Eksploitasi tidak disebabkan oleh penjaga tunggal seperti yang dirumorkan," kicau @PolyNetwork2.

Hacker itu diketahui berhasil mencuri aset Ethereum senilai 272 juta dolllar AS, Binance Smart Chain (BSC) senilai 256 juta dollar AS, dan Polygon senilai 85 juta dollar AS. Bila dijumlah, total aset yang dicuri senilai 613 juta dollar AS atau setara dengan Rp 8,7 triliun.

Dikembalikan Rp 3,7 triliun

Menanggapi insiden ini, pendiri sekaligus CEO Binance, Changpeng Zhao alias "CZ" mengaku sudah mengetahui kejadain ini. CZ mengatakan, meski tak ada jaminan kembali, pihaknya sudah berkoordinasi dengan mitra keamanan untuk membantu terkait insiden pencurian ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Twitter
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.