Keputusan Merger Indosat-Tri Diundur Lagi hingga 23 September

Kompas.com - 18/08/2021, 09:42 WIB
Ilustrasi merger Indosat Ooredoo dengan Hutchison Tri Indonesia. KOMPAS.com/Reska K. NistantoIlustrasi merger Indosat Ooredoo dengan Hutchison Tri Indonesia.

KOMPAS.com - Dua operator seluler, Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia memutuskan untuk kembali memperpanjang negosiasi rencana merger kedua perusahaan,  hingga 23 September 2021.

Penundaan batas negosiasi merger antara keduanya ini merupakan yang ketiga kalinya. CEO Hutchison Tri Indonesia, Cliff Woo mengatakan, perpanjangan waktu kali ini akan digunakan untuk merampungkan dokumen-dokumen penting.

"Setelah semua dokumen selesai, perusahaan akan masuk ke tahap persetujuan internal di pihak masing-masing," jelas Cliff dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: Daftar Smartphone di Indonesia yang Bisa Terhubung 5G Indosat

Cliff juga mengatakan sudah ada sejumlah kemajuan proses negosiasi, terutama persetujuan dari pihak para pemegang saham.

Yang ketiga kalinya

Perpanjangan waktu negosiasi eksklusif kali ini merupakan yang ketiga kali. Awalnya, para pemegang saham Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri menetapkan tenggat merger kedua perusahaan pada 30 April 2021.

Namun, kemudian keduanya sepakat untuk memperpanjang hingga dua bulan, menjadi 30 Juni 2021, dengan alasan Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia masih menyelesaikan due diligence serta syarat-syarat dan ketentuan kesepakatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tenggat itu lantas mundur lagi hingga 16 Agustus 2021, karena masih dibutuhkan waktu untuk menyelesaikan seluruh dokumentasi kontrak.

Sebelumnya, pada Desember 2020 lalu, pemilik saham mayoritas Indosat, yakni Ooredoo Q.P.S.C dan pemilik saham Tri Indonesia, CK Hutchison Holding Limited telah menandatangani nota kesepamahaman (Memorandum of Understanding/MoU) merger.

Baca juga: Indosat-Tri Siap Merger, Peluang Indonesia untuk Buyback Makin Kecil

Ooredoo memegang 65 persen saham di Indosat. Sementara itu, Hutchison Asia Telecommunication yang menjadi bagian dari bisnis CK Hutchison, menggerakan operasional di Indonesia, Vietnam, dan Sri Lanka.

Nota kesepemahaman yang telah disepakati memungkinkan Tri dan Indosat untuk menjadi pemegang saham mayoritas untuk entitas baru yang akan terbentuk nanti.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.