Keputusan Merger Indosat-Tri Diundur Lagi hingga 23 September

Kompas.com - 18/08/2021, 09:42 WIB

Dengan adanya gabungan bisnis, Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri tidak diperbolehkan untuk melakukan kerja sama apa pun dengan operator lain, hingga MoU tersebut berakhir.

Peluang 5G

Seperti diketahui, bulan Juni lalu, Indosat Ooredoo resmi mengkomersialisasikan 5G di Indonesia. Perusahaan bernuansa kuning itu menggunakan pita 1,8 GHz untuk menggelar jaringan internet generasi kelima.

Baca juga: Merger Indosat dan Tri Jadi Angin Segar Industri Telekomunikasi

Menurut Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Muhammad Ridwan Effendi, peluang 5G di pita 1,8 GHz akan semakin melimpah jika merger Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri sudah terealisasi.

Tri sendiri memiliki lebar pita 2x10 MHz di frekuensi 1,8 GHz. Itu artinya, apabila merger kedua operator terwujud, maka potensi lebar pita yang dimiliki di frekuensi 1,8 GHz sekitar 65 MHz.

Tentunya hal ini hanya estimasi, sebab ada peluang frekuensi diserahkan kembali ke pemerintah, sebagaimana merger XL dan Axiata beberapa tahun lalu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.