Facebook dan Google Bangun Kabel Internet Bawah Laut Melintasi Indonesia

Kompas.com - 18/08/2021, 18:16 WIB
Ilustrasi kabel fiber optic IstimewaIlustrasi kabel fiber optic

KOMPAS.com - Dua perusahaan teknologi raksasa, Facebook dan Google, bekerja sama untuk membangun proyek baru pembangunan sistem kabel bawah laut yang diberi nama Apricot.

Kabel sepanjang 12.000 kilometer ini akan menghubungkan Jepang, Taiwan, Guam, Filipina, Indonesia, dan Singapura dan diharapkan bisa meningkatkan kapasitas serta kecepatan internet di wilayah Asia Pasifik. Apricot ditargetkan rampung pada tahun 2024.

Dalam sebuah blog resmi, manajer investasi jaringan Facebook Nico Roehrich mengatakan jaringan kabel Apricot bakal memiliki kapasitas awal sebesar 190 terabit per detik untuk melayani angka permintaan data yang terus meningkat di Asia Pasifik.

"Kabel Apricot merupakan bagian dari usaha kami untuk memperluas infrastruktur jaringan global dan menghadirkan layanan yang lebih baik bagi lebih dari 3,5 juta penduduk di seluruh dunia yang menggunakan layanan kami tiap bulannya," jelas Roehrich.

Dihimpun KompasTekno dari Cnet, Rabu (18/8/2021), Roehrich mengatakan, sistem kabel bawah laut akan mampu menopang kebutuhan internet, seiring meningkatnya kebutuhan jaringan 4G dan 5G di wilayah tersebut.

Baca juga: Mengenal Jaringan Kabel Bawah Laut, Jalan Tol Internet Dunia

Apricot akan melengkapi Echo dan Bifrost, sistem kabel lain yang diumumkan Google awal tahun ini. Kabel Echo menghubungkan Singapura, Guam, Indonesia, dan Amerika Serikat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut  wakil presiden jaringan Global Google Bikash Koley Echo dan Apricot akan memperbanyak jumlah jalur data dari dan ke Asia sehingga meningkatkan daya tahan layanan digital dan cloud Google.

"Keduanya akan memberikan latensi yang rendah, lebih banyak bandwidth, dan meningkatkan ketahanan koneksivitas antara Asia Tenggara, Asia Utara, dan Amerika Seriakt, yang bisa dimanfaatkan pebisnis dan startup Asia," ujar Koley dalam blog resmi Google.

Sempat coba balon dan drone

Sebelumya, Google dan Facebook memiliki proyek sendiri-sendiri untuk menyebarkan internet di sejumlah negara, terutama di wilayak pelosok.

Pada tahun 2011 lalu, Google memperkenalkan Google Project Loon atau Google Loon, yang kemudian diuji coba publik pertama kali pada tahun 2013.

Halaman:


Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.