Jumlah Pengguna Ponsel di Dunia Tembus 5 Miliar

Kompas.com - 02/09/2021, 09:14 WIB
Ilustrasi ponsel lawas Inc.comIlustrasi ponsel lawas

KOMPAS.com - Ponsel sudah menjadi salah satu benda yang penting bagi sebagian besar orang. Apalagi setelah pendemi Covid-19, masyarakat diminta untuk menjaga jarak dan meminimalisir aktivitas di luar rumah.

Hal itu membuat ponsel semakin dibutuhkan, tidak sekadar untuk komunikasi tapi juga penunjang pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Menurut survei terbaru, jumlah pengguna ponsel di dunia saat ini sudah lebih dari separuh penduduk Bumi.

Laporan dari Stock Apps memaparkan, jumlah pengguna ponsel di dunia mencapai 5,3 miliar pada bulan Juli 2021. Jumlah tersebut merepresentasikan 67 persen, atau lebih dari separuh total populasi penduduk Bumi yang sekitar 7,9 miliar.

Baca juga: Jumlah Pengguna Internet Indonesia 2021 Tembus 202 Juta

Menurut laporan Stock Apps, Eropa menjadi penyumbang penetrasi ponsel terbesar. Sebanyak 86 persen penduduk Eropa disebut sudah menggunakan ponsel. Diprediksi, penetrasi ponsel di Eropa akan naik ke angka 87 persen pada 2025.

Kemudian, Amerika Utara menjadi wilayah terbesar kedua, di mana 85 persen penduduknya sudah menggunakan ponsel. Untuk wilayah Asia Pasifik, Stock Apps menyebut 58 persen penduduknya sudah menggunakan ponsel.

Wilayah Asia Pasifik yang dimaksud tidak termasuk China, Hong Kong, Makau, dan Taiwan.
Khusus untuk empat wilayah tersebut, penetrasi ponsel disebut mencapai 83 persen dan diprediksi naik menjadi 85 persen pada 2025.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Trafik data naik dan dominasi Android

Penggunaan ponsel pintar atau smartphone ditaksir mencapai 6,4 miliar atau 79 persen dari total koneksi secara global. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding penetrasi perangkat pintar lain, seperti tablet dan PC portabel, di mana penterasinya mencapai 3,8 persen atau 310 juta unit.

Trafik data global di pertengahan tahun 2021 juga disebut meningkat. Rata-rata trafik data perangkat mobile menembus 66 eksabita, atau sekitar 66 juta TB pada kuartal I-2021. Angka tersebut naik 68 persen dari tahun ke tahun.

Baca juga: Pengguna Internet Indonesia Tembus 200 Juta, Hampir Semua Online dari Ponsel

Perangkat berbasis Android mendominasi hampir 73 persen dari total trafik data, 1,8 persen lebih sedikit dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara iOS menguasai 26,3 persen pangsa pasar.

Laporan tersebut juga mengurutkan negara mana yang mematok harga layanan internet di dunia.

Yunani menjadi negara dengan tarif internet termahal, di mana paket data 1 GB dibanderol 8,16 dollar AS (sekitar Rp 116.000).

Negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris, membanderol paket data 1 GB sekitar 3,33 dollar AS (sekitar Rp 47.500) dan 1,42 dollar AS (sekitar Rp 20.200).

Negara lain, yakni Israel, Italia, dan Rusia, mematok harga paket data 1 GB yang lebih rendah, yakni kurang dari 1 dollar AS (sekitar Rp 14.500).

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.