Data e-HAC Bocor atau Tidak? Ini Kata Pengamat

Kompas.com - 02/09/2021, 19:37 WIB
Ilustrasi aplikasi e-HAC versi lama. KOMPAS.com/ Galuh Putri RiyantoIlustrasi aplikasi e-HAC versi lama.

KOMPAS.com - Soal dugaan kebocoran data 1,3 juta pengguna aplikasi e-HAC, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anas Maruf membenarkan bahwa pihaknya menemukan celah yang dapat menjadi sumber kebocoran data.

Namun, Anas memastikan data masyarakat yang saat ini ada dalam Electronic Health Alert (e-HAC) Kemenkes tidak bocor. Menurut dia, data yang ada juga tidak mengalir ke platform mitra.

"Memang ada celah yang kemudian digunakan oleh mitra dalam sistem informasinya. Dan itu berpotensi untuk terjadi kebocoran data," ujar Anas dalam konferensi pers pada Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Merunut Kebocoran Data E-HAC Kemenkes, dari Kronologi hingga Hapus Aplikasi

"Setelah itu, kami lakukan penutupan. Dan sampai saat ini hasil penelusuran kami, BSSN, dan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, maka belum ditemukan indikasi ke arah kebocoran data," lanjutnya.

Mengomentari hal tersebut, Konsultan dan peneliti keamanan siber, Teguh Aprianto mengatakan pernyataan Kemenkes itu dibuat tanpa adanya investigasi terlebih dahulu.

Sebab menurut Teguh, pemerintah belum melakukan investigasi termasuk audit digital forensik terkait masalah e-HAC ini. Tapi sudah terburu-buru mengklaim tidak ada kebocoran data.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pernyataan yang dikeluarkan tanpa investigasi terlebih dahulu itu jangan dibiasakan, karena sejak dulu sampai sekarang pemerintah masih melakukan itu," kata Teguh melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Kamis (2/9/2021).

"Sebagai lembaga negara yang berwenang, itu memalukan sekali," imbuh dia.

Data e-HAC disebut "kemungkinan sudah pasti bocor"

Ilustrasi dataFreepik/rawpixel.com Ilustrasi data
Sebelumnya, perlu diketahui, dugaan kebocoran data ini pertama kali diungkap oleh peneliti keamanan siber dari VPNMentor, yang menemukan kebocoran data di aplikasi e-HAC pada 15 Juli lalu.

Dalam sebuah posting di blog resmi VPNMentor, data sekitar 1,3 juta pengguna e-HAC yang tersimpan dalam database Elasticsearch, diperkirakan telah terdampak kebocoran data ini. Ukuran data yang diduga bocor mencapai 2 GB.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.