TKDN Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3 49 Persen Meski Tidak Dirakit di Indonesia

Kompas.com - 10/09/2021, 15:44 WIB

KOMPAS.com - Duo ponsel lipat Samsung, Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 resmi dijual di Indonesia. Kedua ponsel lipat terbaru Samsung itu mulai bisa dibeli di Indonesia 10 September 2021.

Dua smartphone ini masuk ke Indonesia dengan cara agak berbeda dibanding ponsel Samsung kebanyakan, yakni melalui jalur impor, tidak dirakit di pabrik Samsung di Indonesia.

Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 masuk Indonesia dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui jalur software, bukan hardware sebagaimana ponsel Samsung pada umumnya.

Baca juga: Pre-order Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3, 8 Kali Lipat dan Diminati Milenial Indonesia

Verry Octavianus, Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronic Indonesia mengatakan, Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 sama-sama mengantongi nilai TKDN sebesar 49 persen.

"Galaxy Z series (masing-masing mengantongi nilai) 49 persen, dan menggunakan jalur TKDN software." jelas Verry dalam sesi tanya jawab di acara peluncuran Galaxy Z Flip3 dan Galaxy Z Fold3 di Indonesia yang disiarkan secara virtual, Kamis (9/9/2021).

"Produk ini sepenuhnya masih impor dari luar negeri," imbuh Verry.

Sejak memboyong ponsel lipatnya ke Indonesia untuk pertama kali, Samsung memang selalu menggunakan jaur TKDN software. Sebelumnya, Galaxy Fold, Galaxy Flip, dan Galaxy Z Fold2 juga menggunakan mekanisme yang sama.

Baca juga: Samsung Galaxy A52s 5G Lolos TKDN di Indonesia, Ini Spesifikasinya

Sebagai informasi, ada dua jenis skema TKDN yang diberlakukan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian. Kedua skema yang dimaksud adalah investasi 100 persen software dan investasi 100 persen hardware.

Vendor smartphone yang memilih jalur software, diizinkan mengimpor ponsel dalam bentuk complete build unit (CBU) dari luar negeri.

Galaxy Z Flip3 ketika dibentangkan dan dilipat.Samsung Galaxy Z Flip3 ketika dibentangkan dan dilipat.

Namun, hanya ponsel berbanderol mahal yang diizinkan menggunakan jalur TKDN software. Ponsel tersebut harus memiliki harga cost insurance freight (CIF) sebesar Rp 6 juta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.