Tragedi 9/11 yang Mengubah Kokpit Pesawat Masa Kini

Kompas.com - 11/09/2021, 12:26 WIB

KOMPAS.com - Pembajakan empat pesawat milik maskapai penerbangan asal AS pada 11 September 2001 silam, atau yang lebih dikenal Tragedi 9/11 (nine/eleven), memicu banyak perubahan di industri penerbangan, salah satunya adalah sistem kunci kokpit pesawat.

Agar tidak mudah dibajak, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan aturan bahwa seluruh maskapai penerbangan harus memasang standar pintu kokpit baru yang lebih kuat dan aman.

Menurut FAA, pintu kokpit tersebut sejatinya harus tahan terhadap gempuran peluru (bulletproof) dan berbagai ledakan dari luar, sepeti dari granat.

Peraturan tersebut pun harus dipatuhi oleh maskapai penerbangan AS selambat-lambatnya pada 9 April 2003, serta maskapai penerbangan internasional, melalui Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), setidaknya pada November 2003.

Lantas, bagaimana mekanisme pintu kokpit yang ada di pesawat masa kini?

Punya tiga mode penguncian pintu

Mode kontrol penguncian pintu kokpit pesawat.YouTube/SuperCharge Mode kontrol penguncian pintu kokpit pesawat.

Berdasarkan sebuah video YouTube yang memperlihatkan kokpit di pesawat Airbus, ada tiga mode penguncian pintu yang tersemat di kokpit, yaitu mode "Normal", "Unlocked", dan "Locked".

Ketiga mode penguncian ini lantas tersambung dengan touchpad yang bisa digunakan untuk memasukkan kode akses pintu kokpit dari luar.

Di mode Normal, pintu kokpit akan terkunci. Namun, mode ini mengizinkan siapa saja yang mengetahui kode pintu, seperti kru pesawat, masuk ke dalam kokpit, asalkan mereka tahu kode aksesnya. 

Setelah kode akses dimasukkan, si pembuka pintu ini memiliki waktu 30 detik untuk masuk ke dalam kokpit, sebelum pintu terkunci kembali.

Lalu, mode Unlocked digunakan untuk membuka pintu kokpit, biasanya ini digunakan ketika pilot atau kopilot ingin pergi ke toilet.

Sementara itu mode Locked, seperti namanya, akan mengabaikan semua kode akses pintu yang dimasukkan melalui touchpad. Artinya, pintu tidak akan bisa dibuka kecuali didobrak dengan dorongan yang sangat amat kuat.

Baca juga: Dampak Tragedi Germanwings, Tak Boleh Sendirian di Kokpit

Mode kunci ini sendiri akan bertahan selama lima menit dan bisa diulang berkali-kali, supaya ruangan kabin aman dari orang yang tidak berkepentingan, apabila ada kejadian yang tidak diinginkan, seperti pembajakan pesawat.

Hal yang sama juga berlaku di pesawat Boeing. Terdapat selektor kunci pintu AUTO, UNLKD, dan DENY.

Selektor kunci pintu kokpit di pesawat Boeing.flightdeck737.b Selektor kunci pintu kokpit di pesawat Boeing.

AUTO akan membuat pintu terkunci, tetapi dapat dibuka ketika kode akses yang benar ditekan pada panel akses darurat dan setelah melebihi batas waktu, kecuali jika proses ini diintervensi oleh awak kabin.

UNLKD akan membuat pintu tidak terkunci. Sistem pintu dalam kondisi bisa dibuka-tutup seperti pintu biasa, tidak ada gaya/daya yang menahan pintu.

DENY memungkinkan pintu terkunci dan tidak bisa dibuka apabila ada input kode dari luar. Hal ini berlaku selama beberapa menit.

Baca juga: Ini Bukti Malaysia Airlines MH370 Sengaja Hindari Radar

Membuka pintu semudah pergi ke toilet

Ilustrasi kokpit pesawat.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kokpit pesawat.

Sebelum ada mekanisme ini, pintu kabin sendiri, menurut mantan Direktur Aerospace dan Defense Airbus, Sean O'Keefe, sangat mudah untuk diakses tanpa adanya sistem keamanan yang mumpuni.

Baca juga: Mengintip Canggihnya Kokpit Pesawat Airbus A350 XWB

"Akses pintu untuk masuk ke kokpit di pesawat Amerika dahulu seperti akses pintu yang biasa kita gunakan untuk masuk ke toilet," kata O'Keefe, dikutip KompasTekno dari CNN, Kamis (9/9/2021).

Setelah mekanisme kunci pintu kokpit tadi menjadi standar, orang umum sejatinya tidak akan lagi bisa keluar masuk kokpit pesawat dengan leluasa.

Hal itu, menurut pilot pesawat jet pribadi yang populer di media sosial, Raymon Cohen, akan menimbulkan fenomena baru, di mana isi kokpit pesawat kini akan menjadi misteri bagi masyarakat umum.

"Orang umum tidak diizinkan lagi masuk ke dalam kokpit, sehingga isi dari ruangan tersebut akan menjadi rahasia orang yang ada di dalamnya," kata Cohen.

"Sekarang, cara untuk mengetahui apa sebenarnya yang ada di dalam kokpit pesawat adalah mengikuti pilot-pilot di media sosial," pungkas Cohen.

Baca juga: 18 Tahun Lalu, Pesawat Garuda Menembus Badai Es dan Mendarat di Bengawan Solo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.