Loose Change, Video Viral yang Menyebarkan Teori Konspirasi 9/11

Kompas.com - 12/09/2021, 08:50 WIB

Menurut Kay, teori konspirasi seperti ini tak akan pernah hilang, tidak peduli seberapa kuat teori-teori konspirasi itu dibantah atau diperiksa faktanya (fact check).

Loose Change seakan menjadi contoh atau template untuk video disinformasi yang beredar setelahnya, mulai dari video TikTok tentang child trafficking hingga  posting Facebook soal obat penyembuh Covid-19. 

Seperti Loose Change dulu, sekarang pun banyak klaim palsu yang viral dan mendapatkan engagement tinggi di internet.

Bantahan pemerintah AS terlibat serangan 9/11

Pemerintah AS sendiri sebenarnya sudah merilis laporan investigasi lengkap terkait serangan 9/11 ini. Laporan resmi itu bertajuk "9/11 Commission Report: Final Report of the National Commission on Terrorist Attacks Upon the United States" yang dipublikasi pada Juli 2004.

Dalam laporan itu, pemerintah AS mengklaim telah mencoba melakukan beberapa skenario untuk mengatasi serangan 9/11 ini, alias tidak membiarkannya terjadi begitu saja.

Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) dan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) telah berkoordinasi untuk menanggapi serangan 9/11. Kala itu disebut sudah ada dua pesawat tempur siaga untuk mencegat pesawat yang tengah dibajak

Namun, NORAD mengatakan, komando perintah untuk menembak jatuh pesawat komersial harus dikeluarkan oleh Otoritas Komando Nasional (sebutan untuk presiden dan menteri pertahanan), bukan NORAD.

Baca juga: Secret Service AS Rilis Foto-foto Kejadian 9/11 yang Belum Pernah Terungkap

Tidak adanya perintah untuk menembak jatuh ini juga disebabkan oleh anggapan NORAD dan FAA yang mengira bahwa kejadian tersebut hanyalah pembajakan biasa.

Mereka tak menyangka bahwa empat pesawat yang dibajak itu akan diubah menjadi "pembajakan bunuh diri yang dirancang untuk mengubah pesawat menjadi 'rudal' untuk menghancurkan target".

Kala itu, NORAD juga belum memiliki protokol keamanan untuk insiden pembajakan pesawat komersil yang diubah menjadi "rudal" penghancur, seperti yang dilakukan kelompok militan pada empat pesawat komersil AS.

"Untuk apa yang akan terjadi pada pagi hari 9/11, protokol yang ada tidak cocok dalam segala hal," tulis laporan.

Di samping itu, hingga kini, belum ada laporan atau penelitian mana pun yang berhasil memaparkan bukti kuat soal keterlibatan pemerintah AS dalam serangan Nine Eleven.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.