Kompas.com - 16/09/2021, 13:34 WIB
Ilustrasi logo Xiaomi di antara dua ponsel Redmi GizmochinaIlustrasi logo Xiaomi di antara dua ponsel Redmi

KOMPAS.com - Xiaomi terus tumbuh menjadi salah satu jenama smartphone populer dunia. Perusahaan teknologi asal China itu bahkan menduduki posisi kedua sebagai penguasa smartphone global pada kuartal II-2021.

Akan tetapi, tidak semua negara bisa menggunakan ponsel Xiaomi. Berdasarkan diskusi di forum online Reddit, Xiaomi memiliki fitur baru di antarmukanya (user interface) yang akan memblokir perangkat ketika diaktifkan di negara yang masuk daftar terlarang.

Xiaomi memiliki beberapa daftar negara dan wilayah terlarang, di mana produknya tidak diizinkan untuk diekspor ke negara tersebut. Namun, masih ada ponsel Xiaomi yang masuk ke negara tersebut secara ilegal.

Adapun beberapa negara yang masuk daftar terlarang Xiaomi adalah Kuba, Sudan Selatan, Suriah, Krimea, Iran, dan Korea Utara.

Dalam konteks hubungan internasional, negara-negara tersebut masih didera sejumlah masalah, seperti sengketa wilayah, persoalan hak asasi manusia, hingga terorisme.

Baca juga: Xiaomi 11T dan 11T Pro Resmi Meluncur, Ini Harganya

Kemungkinan, belum stabilnya negara-negara tersebut menjadi alasan Xiaomi membatasi penggunaan perangkatnya di sana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang pengguna Reddit dengan akun yn4v4s mengunggah tampilan layar smartphone Xiaomi yang diblokir di salah satu negara yang masuk daftar terlarang.Reddit via Phone Arena Seorang pengguna Reddit dengan akun yn4v4s mengunggah tampilan layar smartphone Xiaomi yang diblokir di salah satu negara yang masuk daftar terlarang.

Jika perangkat mendeteksi pengguna sedang mengaktifkan ponsel Xiaomi di salah satu negara tersebut, dalam beberapa hari ke depan perangkat akan terkunci.

Layar akan menampilkan keterangan berbunyi: "Kebijakan Xiaomi tidak mengizinkan penjualan atau penyediaan produk ke wilayah tempat Anda mencoba mengaktifkannya. Silakan hubungi retail secara langsung untuk informasi lebih lanjut".

Akan tetapi, Xiaomi hanya akan meblokir perangkat yang baru diaktivasi ketika sampai di negara tersebut.

Itu artinya, secara teori, pemblokiran bisa dihindari dengan mengaktifkan ponsel Xiaomi lebih dulu sebelum memasuki zona negara atau wilayah yang masuk daftar terlarang.

Xiaomi tidak menjelaskan penguncian perangkat ini di dalam syarat dan kondisi. Perusahaan hanya menyebut soal pelarangan ekspor ke negara-negara tersebut.

Baca juga: Daftar Harga HP Xiaomi RAM 3 GB September 2021

Tidak menutup kemungkinan langkah ini akan diikuti oleh vendor lain. Sebab, meskipun ada larangan ekspor, produk bisa didapatkan dari pihak ketiga.

Itu artinya, kecil kemungkinan negara yang masuk daftar terlarang menggunakan produk yang diimpor secara ilegal.

Dalam kasus yang sudah ada, pemblokiran lebih sering dilakukan oleh negara ke perusahaan atau negara lain.

Sebagai contoh, Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump yang memblokir Huawei untuk berbisnis dan menggunakan teknologi asal AS.

Selain Huawei, AS juga memblokir sejumlah perusahaan asal China lain, seperti ZTE.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Kamis (16/9/2021), Xiaomi juga sempat masuk daftar hitam pemerintah AS karena dianggap berafiliasi dengan "militer milik komunis China". Namun, pemblokiran itu dicabut oleh Departemen Pertahanan AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.